BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Teruslah mengasah kemampuan bermusik. Jika suatu saat sudah hebat dalam musik, gunakan kemampuan tersebut agar bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.
Pesan itulah yang disampaikan Maestro Biola Yuli Aeyra kepada semua anak dudiknya termasuk Rasyid yanv kini pemilik sekaligus pendiri Murakata Orkestra, yang disebutnya sebagai “anak ajaib”.
Sebutan tersebut bukan tanpa alasan. Yuli menilai Rasif memiliki kemampuan belajar yang sangat cepat, terutama dalam bidang musik.
Bakat itu terlihat dari kemampuannya menguasai berbagai alat musik dalam waktu relatif singkat.
Yuli mengatakan, sejak mulai belajar biola pada 2019 hingga 2021, Rasyid menunjukkan kemampuan yang berbeda dibandingkan sekitar 100 murid yang pernah diajarnya.
Menurut Yuli, banyak anak didiknya yang berhasil menguasai biola hingga tampil di berbagai panggung. Bahkan, beberapa di antaranya berkesempatan tampil di Jepang.
Namun, Rasyid, memiliki tujuan berbeda sejak awal. Ia tidak menjadikan kompetisi sebagai tujuan utama dalam belajar biola.
Rasyid lebih ingin menguasai musik dan kelak mengajarkan kemampuannya kepada masyarakat di daerah asalnya.
“Rasyid itu cepat sekali mempelajari sesuatu. Di bidang musik, misalnya, dia hanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk belajar biola hingga sudah bisa tampil di panggung. Bahkan, untuk membaca not balok, dia mempelajarinya sendiri dan sudah memahami dasarnya,” ujar Yuli.
Kemampuan Rasyid, semakin terlihat ketika dalam waktu sekitar satu tahun ia sudah mampu membangun sebuah orkestra.
Tidak hanya biola, Rasyid juga menguasai berbagai alat musik, baik modern maupun tradisional, seperti panting, gambus, keyboard, gendang, babun hingga suling.
“Dari segi musik, saya menyebutnya anak ajaib. Dia memiliki kemampuan belajar yang jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan orang. Dalam waktu sekitar dua bulan saja untuk mempelajari dasar-dasar sesuatu, dia sudah bisa menguasainya,” katanya.
Kemampuan belajar cepat itu, lanjut Yuli, tidak hanya dimiliki Rasyid dalam bidang musik.
Ia juga mampu mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi, seperti komputer, desain, recording hingga mixing.
“Intinya, dalam bidang teknologi pun dia cepat belajar. Itu luar biasa. Karena itu saya menyebut Rasyid sebagai anak ajaib, karena dia mampu mempelajari banyak hal dalam waktu yang sangat singkat,” tuturnya.
Yuli berharap Rasyid terus mengasah kemampuan dan bakat yang dimilikinya. Menurutnya, kehebatan dalam bermusik bukan sekadar untuk menunjukkan kemampuan pribadi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Teruslah mengasah kemampuan bermusik. Kalau suatu saat sudah hebat dalam musik, gunakan kemampuan itu agar bisa bermanfaat bagi orang banyak,” pesannya.(nau/KPO-1)















