Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Internasional

Global Wakaf Al-Quran Perluas Misi Internasional, Gandeng PERKIM dan Islamica

×

Global Wakaf Al-Quran Perluas Misi Internasional, Gandeng PERKIM dan Islamica

Sebarkan artikel ini
IMG 20260805 WA0001
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengunjungi stan Majalah Islamica di sela-sela Konferensi Internasional Welfare Organization Malaysia (PERKIM) 2026 di Kuala Lumpur. (Kalimantanpost.com/Foto:RZF)

KUALA LUMPUR, Kalimantanpost.com – Global Wakaf Al-Quran (GWAQ), program kolaboratif antara Yayasan Restu dan ToyyibPay yang berfokus pada penyebaran Al-Quran terjemahan ke berbagai negara, resmi memperluas jaringan kemitraannya melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan mitra nasional maupun internasional.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian Konferensi Internasional Welfare Organization Malaysia (PERKIM) 2026 di Kuala Lumpur, 27 Juli lalu, yang turut dihadiri Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Kalimantan Post

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang peluncuran resmi majalah Islamica, media yang telah memiliki jaringan cetak dan digital internasional sejak 1992. Dalam kolaborasi ini, Islamica dipercaya sebagai mitra media strategis GWAQ untuk menyebarluaskan misi kemanusiaan dan dakwah kepada masyarakat global.

Pimpinan GWAQ, Datuk Dr. Abdul Latiff Mirasa dari Yayasan Restu bersama Datuk Dr. Mazlan Ahmad dari ToyyibPay menegaskan bahwa wakaf tidak lagi dapat dipandang sebagai aktivitas lokal semata, melainkan instrumen pemberdayaan umat yang mampu melintasi batas negara.

“Global Wakaf Al-Quran bukan sekadar platform wakaf digital. Ini adalah gerakan global yang menghubungkan institusi, komunitas, dan mitra strategis untuk memastikan manfaat wakaf menjangkau lebih banyak orang di seluruh dunia,” ujar mereka.

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut dinilai memiliki relevansi yang besar. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menyimpan potensi wakaf yang sangat besar dan masih dapat dioptimalkan. Inisiatif yang diusung GWAQ membuka peluang bagi lembaga wakaf dan organisasi dakwah di Tanah Air untuk mengembangkan model kolaborasi lintas negara yang lebih luas, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Konsep distribusi Al-Quran yang dikembangkan GWAQ juga dinilai cocok diterapkan di Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan keragaman bahasa daerah. Model tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini kesulitan memperoleh akses terhadap Al-Quran terjemahan.

Baca Juga :  PM Jepang Sebut Korban Tewas Gempa Kumamoto Mencapai 13 Orang

Melalui fasilitas percetakan Nasyrul Quran, yang dikenal sebagai salah satu percetakan Al-Quran terbesar di dunia, Yayasan Restu telah menerbitkan Al-Quran dalam 32 bahasa, termasuk bahasa Iban dan berbagai dialek regional lainnya. Kapasitas tersebut menjadi modal penting dalam mendukung dakwah lintas budaya, terutama di daerah yang menghadapi keterbatasan distribusi dan fasilitas percetakan.

Di sisi lain, integrasi teknologi pembayaran digital melalui ToyyibPay memungkinkan masyarakat dari berbagai negara untuk berpartisipasi dalam wakaf secara lebih mudah, aman, dan transparan. Sistem ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem wakaf global yang inklusif dan mudah diakses.

Ke depan, GWAQ menargetkan perluasan kerja sama dengan institusi Islam, organisasi kemanusiaan, perusahaan teknologi, dan mitra media di Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Eropa, hingga Amerika Selatan.(Rzf/KPO- 1)

Iklan
Iklan