Banjarmasin, KP – Dunia kicau mania di Banjarmasin kembali bergeliat. Lebih dari 900 peserta mengikuti Wali Kota Cup Lomba Kicau Mania Kota Banjarmasin yang berlangsung di Pendopo Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kota Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).
Ajang tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga diarahkan sebagai ruang pertemuan bagi penghobi burung dari berbagai latar belakang.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh panitia, komunitas pecinta burung yang sudah bekerjasama dengan baik,” ucap Yamin.
Menurut Yamin, semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan sportivitas dan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan perlombaan sebagai momentum memperkuat silaturahmi antarpenghobi.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas memelihara burung tetap memperhatikan aspek pelestarian satwa. Dengan begitu, kecintaan terhadap burung tidak berhenti pada hobi, tetapi turut mendukung keberlangsungan ekosistem lingkungan.
“Lomba ini menjadi salah satu rangkaian memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin,” imbuhnya.
Ketua Panitia Wali Kota Cup Lomba Kicau Mania Kota Banjarmasin, Fadillah Riyadi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba telah dilakukan sejak 2017.
Konsistensi tersebut lanjut Fadillah, menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap kicau mania.
“Kegiatan ini kita gelar sejak 2017. Tujuannya untuk menumbuhkan pemain dan hobi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin menyayangi hewan,” kata Fadillah.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya kelas yang dipertandingkan. Tahun ini, sejumlah jenis burung ikut dilombakan, di antaranya konin, cendet, murai borneo, cucak hijau, murai non-gembung, kacer, hingga lovebird.
Namun, menurutnya, jumlah peserta bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kegiatan. Panitia juga ingin memastikan Wali Kota Cup dapat menjadi kompetisi yang terbuka bagi penghobi dari berbagai tingkat.
“Kita memberi ruang kepada pemain akar rumput. Jadi, bukan hanya pemain yang berduit yang bisa ikut perlombaan ini,” tegasnya.
Konsep tersebut membuat komunitas kecil maupun penghobi yang baru berkembang tetap memiliki kesempatan untuk masuk ke arena kompetisi. Panitia tidak memberlakukan pembatasan berdasarkan latar belakang atau kelompok tertentu.
“Kita rangkul semuanya. Pendaftarannya juga tidak kita patok hanya untuk pemain besar. Kita tetap merangkul grup-grup kecil untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini,” tuturnya.
Peserta yang hadir pun tidak hanya berasal dari Kota Banjarmasin dan sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Lomba tersebut turut diikuti kicau mania dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur.
Besarnya animo peserta juga sejalan dengan nilai hadiah yang disiapkan. Total hadiah dalam Wali Kota Cup tahun ini mencapai sekitar Rp40 juta.
Ia berharap keberadaan lomba tersebut dapat memberi dampak lebih panjang bagi perkembangan komunitas kicau mania di Kalimantan. Tidak hanya sekadar menjadi tempat memperebutkan hadiah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunitas dan membangun kesadaran untuk memelihara satwa secara bertanggung jawab. (Ham/K-5).















