Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Tim Memblokade Api Perbatasan HSU–Balangan

×

Tim Memblokade Api Perbatasan HSU–Balangan

Sebarkan artikel ini
1 3 klm karhut
TURUN LANGSUNG - Bupati HSU H Sahrujani turun langsung ke lokasi Karhutla di wilayah Kecamatan Banjang, Minggu (9/8). (Repro)

Amuntai, KP – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)–Balangan, Minggu (9/8).

Bahkan, Bupati HSU H Sahrujani bersama Wakil Bupati Hero Setiawan turun langsung ke lokasi di wilayah Kecamatan Banjang.

Kalimantan Post

Hotspot atau titik api tersebut berada tepat di garis perbatasan wilayah di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan dengan Desa Beringin, Kecamatan Banjang, HSU.

Penanganan darurat dipimpin langsung kedua pimpinan daerah melibatkan unsur Forkopimda, Kapolres HSU, dan Kodim 1001/Amuntai–Balangan.

Tim gabungan memblokade api untuk mengurangi intensitas asap dan mencegah terjadinya perluasan kebakaran.

Di lokasi, Bupati Sahrujani menegaskan, penanganan bencana tidak boleh dibatasi sekat wilayah administrasi.

“Untuk saat ini tidak ada lagi wilayah HSU atau Balangan.

Saat ini kita bersama-sama memadamkan api yang ada, mari saling bantu membantu,” tegas Bupati Sahrujani.

Upaya pemadaman dilakukan gabungan dari BPBD HSU, BPBD Balangan, Manggala Agni, Polres HSU, Polres Balangan, dan personel TNI Kodim 1001/Amuntai–Balangan.

Personel gabungan bekerja menggunakan cara manual maupun mesin pompa air untuk menyisir kawasan gambut dan semak belukar yang terbakar.

Sinergi lintas kabupaten diharapkan dapat mempercepat pendinginan lahan, memastikan titik api padam sepenuhnya, serta mencegah asap mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi. 

Sebelumnya api juga mewarnai Desa Pulau Damar RT 04 dan Pulau Nyiur Kecamatan Banjang, Rabu (5/8) malam lalu

Api meluas, menghanguskan lahan gambut sekitar 7 hingga 8 hektar.

Anggota BPBD, Satpol PP dan Damkar serta relawan BPS serta PMK dikerahkan ntuk pemadaman di titik api yang menyala.

“Di area lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut dan kebun sawit sehingga pemadaman sangat sulit.

Api bergerak dari bawah gambut yang terbakar,” ujar Edy Saputra. (*/K-2)

Baca Juga :  Puspol ULM Perkenalkan Pengembangan Ilmu Kepolisian, Siapkan Cikal Bakal Program Studi
Iklan
Iklan