Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Perkuat Sinergi Pengelolaan Lingkungan dan Sektor Pesisir

×

Perkuat Sinergi Pengelolaan Lingkungan dan Sektor Pesisir

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 3 klm 6
PENDAMPING UTAMA - Menteri Lingkungan Hidup, Alia Jumhur Hidayat, menyampaikan sambutan pada acara malam ramah tamah di Gedung Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari. (KP/Devi)

Pelaihari, KP — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut secara resmi menyambut kunjungan kerja pendamping utama Menteri Lingkungan Hidup (LH), Alia Jumhur Hidayat, dalam sebuah jamuan ramah tamah di Gedung Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, beserta Ketua TP PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengakselerasi program pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan daerah.

Kalimantan Post

Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto membuka forum dengan paparan komprehensif mengenai rekam jejak historis, struktur demografi yang majemuk, serta potensi kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Tanah Laut.

Di sela-sela pemaparannya, beliau sempat meluruskan kekeliruan umum di kalangan masyarakat luar daerah yang kerap menyamakan nama Tanah Laut dengan destinasi wisata Tanah Lot di Bali.

“Ketika kami memperkenalkan diri sebagai pimpinan daerah Tanah Laut, tidak jarang publik mengasosiasikannya dengan Bali atau Tanah Lot. Perlu kami tegaskan bahwa Tanah Laut adalah bagian dari identitas kultural Kalimantan Selatan yang memiliki karakter geografis dan pesona tersendiri,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa wilayah seluas 363.000 hektare ini memiliki bentang alam yang strategis, mulai dari dataran tinggi, aliran sungai, hingga garis pantai sepanjang 172 kilometer.

Sektor pertanian dan perkebunan seluas 264.000 hektare juga menjadi pilar utama perekonomian masyarakat setempat.

Selain potensi ekonomi, Rahmat turut menyoroti akar peradaban historis Tanah Laut yang telah berkembang sejak era Kebudayaan Barito abad ke-4, Kerajaan Nansarunai, hingga masa kolonial. Heterogenitas masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa—seperti Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, hingga Bali—terjain dalam harmoni dan tingkat toleransi sosial yang tinggi.

Ia juga memaknai filosofi “Bumi Tuntung Pandang” sebagai visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Istilah tersebut merepresentasikan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk terus menatap masa depan demi tercapainya keabadian, kedamaian, dan kesejahteraan bersama.

Baca Juga :  Progres Pemulihan PLTU Asam-Asam: Gubernur Kalsel dan Bupati Tanah Laut Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan

Menanggapi sambutan tersebut, Alia Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi mendalam atas keramahan dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.

Agenda kunjungan kerja ini tidak hanya berfokus pada peninjauan bentang alam dan kawasan pesisir, tetapi juga mencakup inspeksi langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lokal.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah serta memberikan penghargaan kepada para pekerja lapangan yang menjadi garda terdepan kebersihan lingkungan.

“Kami dijadwalkan meninjau keindahan pesisir pantai Tanah Laut sekaligus melihat langsung operasional TPA di daerah ini, serta memberikan apresiasi kepada para pekerja lapangan yang telah berdedikasi menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Alia.

Melalui rangkaian peninjauan lapangan dan dialog strategis ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menaruh harapan besar agar Kementerian Lingkungan Hidup dapat memberikan dukungan serta penguatan sarana dan prasarana.

Langkah tersebut dinilai krusial guna mengoptimalkan tata kelola lingkungan hidup dan sistem pengolahan sampah di daerah secara lebih masif dan berkelanjutan. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan