RANTAU, Kalimantanpost.com — Di tengah kondisi minimnya curah hujan, Kepolisian Resor Tapin menggelar shalat Istisqa, Rabu (19/8/2026). Ibadah tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon hujan sekaligus mengajak jajaran kepolisian dan masyarakat menghadapi dampak kekeringan dengan kebersamaan.
Shalat berlangsung di halaman Apel Polres Tapin mulai pukul 07.00 Wita diimami Ustadz Rian dari Rantau sekaligus khatib.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika bersama jajaran mengikuti ibadah yang juga dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta pengurus Bhayangkari.
Selain itu juga pengurus MUI Kabupaten Tapin, pimpinan NU dan Muhammadiyah Kabupaten Tapin, Wakapolres, pejabat utama Polres Tapin, para kapolsek, perwira, serta seluruh personel turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam khotbahnya, Ustad Rian dihadapan jamaah diajak memperbanyak istighfar dan doa sebagai bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia dalam menghadapi kondisi alam.
“Menghadapi kondisi alam saat ini, hendaknya kita semua banyak banyak beristigpar dan berdoa kepada Allah SWT,” ajak Ustad Rian dalam khotbahnya.
Hujan yang diharapkan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan air, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat dan lingkungan.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika mengatakan shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT.
“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama. Kita memohon ampunan kepada Allah SWT serta berharap agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Weldi.
Menurut Weldi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat keimanan dan kepedulian sosial. Persoalan kekeringan, kata dia, membutuhkan perhatian bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
Keterlibatan pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, dan elemen masyarakat dalam shalat Istisqa juga memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Tapin.
Dengan shalat istisqa dan doa bersama bagian dari ikhtiar menghadapi musim kering. Di sisi lain, masyarakat tetap diharapkan menjaga penggunaan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan.(abd/KPO-4)















