BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengepung Kota Banjarmasin. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperkuat langkah antisipasi, terutama terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menyiapkan lebih dari 1.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat, dengan prioritas kelompok yang dinilai lebih rentan terpapar polusi udara.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah menyebut anak-anak sekolah dan pengemudi ojek online (ojol) menjadi sasaran utama. Kedua kelompok tersebut dinilai memiliki aktivitas cukup tinggi di luar ruangan sehingga lebih berisiko menghirup udara yang tercemar asap.
“Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin lebih dari 1.000 masker kita siapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Khususnya kelompok rentan seperti anak-anak di sekolah dan pengemudi ojol,” kata Yanuar, Kamis (20/8/2026).
Yanuar menjelaskan, munculnya kabut asap di Kota Banjarmasin tidak selalu berkaitan dengan titik kebakaran yang berada di dalam wilayah kota. Pergerakan angin memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa hingga ke Kota Banjarmasin.
Sejumlah wilayah di sekitar Kota Banjarmasin, seperti Kabupaten Banjar, Banjarbaru dan Barito Kuala lanjutnya, menjadi daerah yang turut berpotensi menyumbang asap yang terbawa ke wilayah kota.
Situasi ini menjadi perhatian Dinkes mengingat kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Berdasarkan data Dinkes Banjarmasin, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat sebanyak 1.300 kasus pada Juli 2026. Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan Juni yang mencapai 1.484 kasus.
Namun, penurunan kasus tersebut tidak lantas membuat kewaspadaan diturunkan. Kondisi kemarau yang masih berlangsung dan potensi memburuknya kabut asap menjadi alasan masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan pola aktivitas ketika kondisi udara memburuk. Penggunaan masker ketika berada di luar rumah menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.
“Makan makanan bergizi, pakai masker saat ke luar rumah. Kemudian kurangi beraktivitas di luar rumah apabila terjadi kabut asap,” ujarnya.
Selain membagikan masker, Dinkes Banjarmasin juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan kunjungan masyarakat dengan keluhan gangguan pernapasan.
Pemerintah berharap masyarakat tidak menganggap remeh kabut asap, terlebih potensi karhutla masih menjadi ancaman selama musim kemarau. Kewaspadaan dan upaya pencegahan dinilai penting untuk menekan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. (ham/KPO-3















