Rantau, KP — Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat koordinasi pengembangan inovasi daerah dengan menekankan pentingnya inovasi yang tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati Tapin H. Yamani saat membuka Rapat Koordinasi Inovasi Daerah Tahun 2026 di Aula Bappelitbang Tapin, Selasa (18/8/2026).
Forum tersebut diikuti kepala perangkat daerah, camat, pamong inovasi, serta para inovator se-Kabupaten Tapin.
Bupati H Yamani mengatakan, rapat koordinasi menjadi momentum penting untuk memastikan proses penginputan dan penyusunan laporan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Tapin 2026 berjalan optimal.
Menurut dia, inovasi daerah tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai upaya mengejar capaian indeks. Lebih dari itu, setiap inovasi harus mampu memperbaiki cara kerja pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Inovasi bukan sekadar untuk memenuhi administrasi atau mengejar nilai indeks, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik, efisiensi pemerintahan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yamani.
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat, pamong inovasi dan inovator memastikan setiap program inovasi tercatat, terdokumentasi dan dilaporkan secara baik. Pendataan tersebut dinilai penting agar inovasi yang telah berjalan dan memberikan manfaat tidak terabaikan dalam proses penilaian.
Yamani juga menekankan perlunya evaluasi secara berkala. Evaluasi tidak hanya menyangkut pelaksanaan, tetapi juga mengukur dampak, manfaat serta berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.
Bupati berharap budaya inovasi tumbuh di seluruh perangkat daerah. Setiap unit kerja didorong terus mencari metode pelayanan dan tata kelola yang lebih cepat, sederhana, efisien serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Untuk mempercepat penyelesaian laporan Indeks Inovasi Daerah 2026, Yamani meminta adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas serta koordinasi yang lebih kuat antarperangkat daerah.
Khusus kepada Bappelitbang, ia meminta pendampingan terhadap perangkat daerah terus diperkuat, terutama dalam pemenuhan data dan dokumen yang menjadi bagian penting dalam pelaporan inovasi.
“Mari kita bangun inovasi yang bukan hanya baik di atas kertas, tetapi benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” kata Yamani.
Sementara itu, Kepala Bappelitbang Tapin Meidy Haris Prayoga melaporkan pelaksanaan rapat koordinasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan penyamaan persepsi dalam pengelolaan inovasi daerah serta penyusunan laporan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026.
Melalui forum tersebut, Pemkab Tapin diharapkan dapat menyusun langkah konkret untuk mempercepat pemenuhan data, dokumentasi dan pelaporan inovasi dari seluruh perangkat daerah.
“Keberhasilan inovasi daerah pada akhirnya tidak hanya diukur dari dokumen maupun angka indeks, tetapi dari seberapa jauh inovasi tersebut mampu menghadirkan perubahan dalam pelayanan pemerintah dan memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara perangkat daerah, pamong inovasi dan para inovator, Pemkab Tapin menargetkan ekosistem inovasi semakin kuat dan mampu mendukung terwujudnya Tapin yang maju serta masyarakat yang sejahtera.
Turut hadir Sekda Tapin Unda Absori, Tenaga Ahli Bupati Hamdi BN, Asisten Administrasi Umum Setda Tapin Fiqri Irmawan dan para Kepala SOPD Lingkup Tapin. (abd/K-6)















