Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Produktivitas Padi Unggul Maluka Baulin Tembus Lima Ton

×

Produktivitas Padi Unggul Maluka Baulin Tembus Lima Ton

Sebarkan artikel ini

Terapkan IP 200

Hal 2 Tala 1 3 kln 1
HAMPARAN - Lahan pertanian di Desa Maluka Baulin pasca-panen. (KP/Ist)

Pelaihari, KP — Ancaman kekeringan panjang akibat musim kemarau yang mengintai ratusan hektare lahan pertanian di 11 kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut berhasil ditepis oleh para petani Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kamis (27/8/2026).

Di saat wilayah lain menghadapi potensi gagal panen karena masih bergantung pada varietas padi lokal berumur panjang, Desa Maluka Baulin justru mencatatkan produktivitas tinggi lewat penerapan pola tanam Indeks Pertanaman (IP) 200 menggunakan benih unggul genjah.

Kalimantan Post

Kepala Kelompok Tani Sinar Harapan sekaligus Ketua Gapoktan Tunas Harapan, Mulyadi, menerangkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi alih varietas yang konsisten.

Menurutnya, varietas unggul memberikan keunggulan mutlak baik dari sisi kuantitas hasil panen maupun ketahanan terhadap cuaca ekstrem.

“Kelebihan padi unggul terletak pada produktivitasnya. Jika padi lokal per hektar umumnya hanya menghasilkan sekitar dua setengah ton, varietas unggul mampu menembus angka di atas lima ton,” jelas Mulyadi.

Transformasi sektor agraris di desa tersebut berakar dari masuknya bantuan alat dan mesin pertanian melalui program PNPM pada tahun 2008.

Pengadaan tiga unit traktor saat itu menjadi titik balik bagi para petani untuk meninggalkan metode tradisional dan beralih ke budidaya padi unggul.

Sejak tahun 2014, seluruh petani di Maluka Baulin telah serentak menerapkan pola tanam dua kali setahun.

Dari perspektif klimatologi pertanian, Mulyadi memaparkan bahwa varietas unggul memiliki fase vegetatif dan generatif yang relatif singkat, yakni berkisar 114 hari.

Khusus pada musim kemarau, durasi tersebut bahkan dapat terpangkas hingga maksimal 100 hari untuk masa panen kedua pada periode Juni dan Juli, sehingga proses pemanenan rampung sebelum puncak kekeringan melanda.

Konsistensi tersebut terbukti dari hasil panen garapannya tahun ini. Pada lahan seluas 17 borong, panen perdana mendulang tiga ton 300 kilogram, disusul panen kedua sebanyak dua setengah ton.

Baca Juga :  Pemkab Taladan Politala Dorong Alumni Ambil Peran Strategis di Dunia Industri

Sementara pada lahan seluas 30 borong, panen pertama menghasilkan tiga ton dan panen kedua mencapai dua ton 100 kilogram.

Secara kalkulasi ekonomi, hasil tersebut dinilai jauh lebih menguntungkan meskipun menuntut tenaga ekstra untuk dua kali masa tanam dalam setahun.

Kendati adopsi di Desa Maluka Baulin telah mencapai skala penuh, Mulyadi mencatat bahwa wilayah tetangga seperti kawasan Raden, khususnya di sekitar paritan balai desa, masih ada yang membudidayakan padi tahun sehingga memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman kekeringan.

Menanggapi wacana peningkatan produktivitas menjadi IP 300 atau tiga kali panen setahun, Mulyadi menyatakan pihaknya masih terkendala ketersediaan varietas benih berumur sangat pendek.

Petani baru akan mempertimbangkan pola tersebut jika benih dengan durasi 70 hingga 75 hari telah tersedia di pasaran.

Langkah preventif yang diterapkan para petani Maluka Baulin ini mendapatkan apresiasi serta sejalan dengan kebijakan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Dishorbun) Kabupaten Tanah Laut, yang terus menggalakkan percepatan alih varietas guna mengamankan ketahanan pangan daerah dari dampak anomali iklim. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan