Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Jembatan Mantuil Ambruk, Warga Seberangkan Motor Pakai Kelotok Darurat

×

Jembatan Mantuil Ambruk, Warga Seberangkan Motor Pakai Kelotok Darurat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260830 WA0036 e1788084523456
Transportasi darurat klotok sementara yang digunakan oleh warga untuk membantu penyeberangan warga dan akses lainnya, Minggu (30/8/2026). (Kalimantanpost.com/Nug)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemandangan di pesisir Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan kini berubah drastis. Sejak Jembatan Sakaharang ambruk oleh truk yang mengangkut material pasir pada Minggu (30/8/2026) siang, suara bising lalu lalang motor kini digantikan oleh deru mesin kelotok.

Warga benar-benar dibuat kelimpungan karena akses darat mereka putus total tak tersisa.

Kalimantan Post

Tak mau pasrah begitu saja dengan keadaan, warga setempat langsung putar otak mencari jalan keluar. Sebuah keajaiban kecil dari kekompakan warga pun tercipta di atas sungai. Mereka bergotong royong menyulap dua buah kelotok menjadi semacam ‘jembatan apung’ darurat agar motor-motor warga tetap bisa menyeberang ke seberang.

Caranya terbilang nekat namun sangat kreatif. Meski begitu, proses evakuasi motor ini sukses bikin jantungan. Warga harus ekstra hati-hati menjaga keseimbangan motor, karena salah sedikit saja bisa langsung nyebur ke dasar sungai.

Narto, salah satu warga setempat yang saban hari bolak-balik lewat jembatan itu, tampak pasrah ikut antrean panjang. Wajah lelahnya tak bisa disembunyikan. Baginya, ambruknya jembatan ini benar-benar bikin susah dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga.

“Ya mau gimana lagi, jembatan ini tuh satu-satunya akses hidup kami di sini, anak mau berangkat sekolah, kita mau kerja cari makan, ya harus lewat sini, sekarang sudah ambruk begini, kelotok inilah satu-satunya cara biar kami tetap bisa nyeberang,” jelas Narto.

Pria ini menambahkan, tidak ada lagi jalan pintas darat terdekat yang bisa dilewati. Memaksakan diri memutar arah dari rute lain sama saja dengan membuang banyak waktu dan bensin. Alhasil, meski harus was-was motornya tercebur atau tergelincir, warga tetap nekat mengandalkan akses kelotok tersebut.

Suara Narto nyatanya mewakili ribuan warga lainnya yang senasib. Jembatan Sakaharang ini bukan sekadar jalan tembus biasa di kampung. Jembatan ini adalah urat nadi utama yang menghubungkan pergerakan warga Mantuil dengan kawasan kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Baca Juga :  Kepengurusan Baru FPTI Banjarmasin Dikukuhkan, Pembinaan Atlet Muda Diperkuat

Terputusnya akses vital ini juga bikin ribuan buruh dan karyawan pabrik di sekitar kawasan Mantuil ikut pusing. Mereka yang biasanya lancar jaya berangkat kerja, kini terpaksa harus bangun lebih pagi dan rela antre demi bisa menyeberang bergantian menggunakan kelotok darurat.

Usut punya usut, petaka lumpuhnya akses warga ini berawal dari sebuah truk bermuatan material yang melintas pada siang bolong. Diduga karena kelebihan muatan, jembatan tua itu tak sanggup menahan beban dan langsung patah, menelan truk tersebut hingga terperosok ke dalam patahan kayu.

Kini, warga sangat berharap pemerintah kota tidak cuma sekadar datang melihat dan mengecek. Narto dan warga lainnya mendesak agar segera ada perbaikan kilat atau setidaknya dibangunkan jembatan darurat yang jauh lebih layak. Sebab, mempertaruhkan nyawa menyeberang pakai kelotok setiap hari jelas bukan solusi yang aman, apalagi kalau malam hari tiba atau saat arus sungai sedang pasang. (nug/KPO-3).

Iklan
Iklan