BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pembangunan Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh di Kota Banjarmasin mendapat perhatian dari DPRD setempat. Selain dinilai dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus sarana edukasi bagi warga, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, menyambut positif pembangunan taman yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama sejumlah pihak.
Namun, ia mengingatkan agar perhatian tidak berhenti setelah fasilitas tersebut selesai dibangun dan digunakan masyarakat.
Menurut Rikval, keberadaan taman harus diikuti dengan pengelolaan yang konsisten. Perawatan menjadi hal penting agar fasilitas yang telah dibangun tetap memiliki kualitas dan manfaat dalam jangka panjang.
“Harapan kami dengan berfungsinya Taman Satwa dan Edukasi ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan juga harus bisa selalu dijaga dan dirawat,” ujar Rikval, Selasa (1/9/2026).
Rikval menilai, tantangan sebenarnya bukan hanya bagaimana membangun fasilitas publik, tetapi memastikan kondisinya tetap terjaga setelah digunakan.
“Kita membangun mudah saja, namun menjaga pun perlu betul-betul diperhatikan,” katanya.
Rikval meminta kepedulian terhadap Taman Satwa dan Edukasi menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki kewajiban dalam pengelolaan dan pemeliharaan, sementara masyarakat juga diharapkan ikut menjaga fasilitas ketika berkunjung.
“Perlu diperhatikan bukan hanya dari pemerintah saja, tapi dari pengunjung pun harus bisa menjaga kondisi dari taman ini,” tegasnya.
Selain persoalan pemeliharaan, DPRD Banjarmasin turut menyoroti skema pembiayaan pembangunan taman tersebut. Rikval mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dan pemangku kepentingan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kami sangat mengapresiasi terhadap Pemerintah Kota Banjarmasin, karena memang sumber dana dari pelaksanaan ini tidak hanya dari APBD saja, namun juga dari stakeholder yang ada di Banjarmasin melalui Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkap Rikval.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan fasilitas publik dapat dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Meski demikian, kerja sama itu diharapkan berlanjut pada tahap pengelolaan dan pengembangan taman.
Ia berharap Taman Satwa dan Edukasi nantinya bukan hanya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi salah satu sumber penerimaan daerah.
“Harapannya dengan adanya semua pihak terlibat di sini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan menambah ke kas daerah,” ujarnya.
Untuk mengawal target tersebut, DPRD Kota Banjarmasin memastikan akan menjalankan fungsi pengawasan. Pengawasan diperlukan agar pelaksanaan maupun pengelolaan fasilitas tetap berjalan sesuai tujuan pembangunan.
“Dari sisi pengawasan pasti kami akan mengawasi karena ini berkaitan dengan Pemko pelaksanaannya,” pungkasnya. (ham/KPO-3)















