Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Internasional

Puluhan Orang Tewas dan Terluka, Iran Ancam Balas Serangan AS

×

Puluhan Orang Tewas dan Terluka, Iran Ancam Balas Serangan AS

Sebarkan artikel ini
IMG 20260902 WA0010 e1788330807881
Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026, di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS yang dipicu oleh jalur pelayaran paralel di Selat Hormuz. (Antara/Anadolu Agency)

IRAN, Kalimantanpost.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu (2/9/2026) mengatakan Teheran akan merespons “dengan tegas,” serangan terhadap sebuah rumah tinggal di Kabupaten Sirik yang menurut Iran menjadi tempat upacara pernikahan.

Dalam sebuah unggahan di X, Baqaei mengatakan lebih dari 50 pria, wanita, dan anak-anak tewas atau terluka, seraya menyebut serangan itu sebagai bagian dari gelombang serangan yang lebih luas di Minab, Lamerd, Qeshm, dan daerah lainnya.

Kalimantan Post

“Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,” katanya.

Baqaei mengutuk pemerintah dan lembaga internasional yang tetap diam atau mencoba membenarkan serangan tersebut. “kebungkaman mereka bukanlah netralitas,” katanya.

Dia memperingatkan mereka yang tetap diam tidak akan kebal terhadap konsekuensinya di masa depan.

Sementara itu, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap target IRGC di Iran.

Setelah pengumuman tersebut, media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan di Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Bandara Jiroft di Provinsi Kerman juga menjadi sasaran.

Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi, sebelumnya mengatakan bahwa setidaknya empat orang tewas dan 50 orang terluka, menurut penilaian awal, setelah AS diduga menargetkan tempat upacara pernikahan tersebut. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Capai 633, Hampir 3.000 Hilang
Iklan
Iklan