Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Balangan

Data Keluarga Berisiko Stuntingdi Binuang Santang Diverifikasi Ulang

×

Data Keluarga Berisiko Stuntingdi Binuang Santang Diverifikasi Ulang

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Bal 3 klm
PETUGAS - Saat melakukan verifikasi ulang data keluarga berisiko stunting di Desa Binuang Santang Halong. (KP/Ist)

Balangan, KP – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan melakukan pendampingan verifikasi dan validasi pemutakhiran data keluarga berisiko stunting untuk memastikan data yang dimiliki valid karena akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan penanganan pada anak di Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, belum lama tadi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan desa di Indonesia untuk memastikan data keluarga berisiko stunting akurat dansesuai dengan kondisi di lapangan.

Kalimantan Post

JF Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda Kabupaten Balangan, Denny Mariaty Simbolon, menyampaikan pendampingan dilakukan bersama para penyuluh keluarga berencana melalui peninjauan langsung ke keluarga sasaran.

“Dari hasil peninjauan, kondisiinfrastruktur jalan yang kurangbaik mempengaruhi masyarakat memperoleh kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi, vitamin, maupun susu,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memutakhirkan data terhadap dua balita dan satu ibu hamil yang masuk kategori keluarga berisiko stunting.

Hasil pendataan menunjukkan masih terdapat sejumlah faktor risiko, di antaranya belum memiliki jamban, sanitasi yang belum memadai, serta lokasi tempat tinggal yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena memerlukan penanganan lintas sektor.

Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama wilayah binaan Binuang Santang, M. Ramadhani Mubarak, mengatakan hasil pendataan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah intervensi.

“Kami hanya mendata. Nanti dinas terkait yang menindaklanjutinya, sesuai kewenangannya. Harapannya akses jalan, air bersih, dan fasilitas sanitasi di desa ini bisa semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Bidan Desa Binuang Santang, Anika, menerangkan pelayanan bagi ibu hamil di wilayah terpencil juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.Ia berharap seluruh ibu hamil dapat terus terpantau hingga masa persalinan.

Baca Juga :  Cegah TB, Warga Nungka Jalani Cek Kesehatan Gratis

“Kami berharap, ibu hamil di Binuang Santang tetap mendapatkanpelayanan kesehatan yang memadai dan nantinya dapat melahirkandi fasilitas kesehatan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin,” tutupnya. (jnd/K-6)

Iklan
Iklan