RANTAU, Kalimantanpost.com – Persoalan sampah di Pasar Keraton, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan kawasan pasar. Perubahan kebiasaan pedagang dan pengunjung dalam membuang serta mengelola sampah menjadi pekerjaan yang tak kalah penting.
Hal itu menjadi perhatian dalam Karya Bakti Peduli Sampah yang digelar Kodim 1010/Tapin di kawasan Pasar Keraton, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra melalui Pasier Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Ariadi, mengatakan persoalan sampah akan terus muncul apabila penanganannya hanya mengandalkan petugas kebersihan.
“Persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama,” kata Ariadi.
Pasar menjadi salah satu lokasi yang menghasilkan timbulan sampah cukup tinggi karena aktivitas perdagangan berlangsung setiap hari. Sampah sisa dagangan, kemasan, dan aktivitas pembeli dapat dengan cepat memenuhi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Menurut Ariadi, kegiatan bersih-bersih seharusnya menjadi bagian dari upaya mengubah perilaku, bukan sekadar menghilangkan sampah yang terlihat. Pedagang dan pengunjung memiliki peran langsung dalam menjaga kondisi pasar setelah petugas meninggalkan lokasi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada bersih-bersih saja. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran agar kebersihan dapat dijaga secara terus-menerus,” ujarnya.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun budaya gotong royong dalam menangani persoalan lingkungan. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada kebiasaan masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Kebersihan Pasar Keraton pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Pedagang, pembeli, pengelola pasar, dan pemerintah memiliki peran masing-masing agar sampah tidak kembali menumpuk di kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga Rantau.
Kegiatan yang digelar menjelang HUT ke-81 TNI itu diharapkan menjadi pemantik perubahan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebersihan Pasar Keraton tetap terjaga bukan karena ada kegiatan pembersihan, melainkan karena tumbuh kesadaran dari masyarakat yang setiap hari menggunakan kawasan tersebut.(abd/KPO-3)















