Pemasangan Alat Pemantau Kualitas Udara Masih Minim

ALAT PEMANTAUAN – Inilah satu-satunya alat pemantau kualitas udara yang terpasang di kawasan Jalan Lambung Mangkurat tepatnya dekat Hutan Kota samping Jembatan Merdeka Banjarmasin. (KP/Amir)

BANJARMASIN, KP – Anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Mathari SAg, meminta agar Pemko Banjarmasin meningkatkan penambahan pemasangan alat untuk memantau kualitas udara.

Menurutnya, sebagai salah satu kota besar dengan jumlah arus kendaraan yang kini terus meningkat dan cukup padat pemasangan alat pemantau kualitas udara dirasakan masih sangat minim.

“Sepanjang pengetahuan saya hanya ada satu yang terpasang di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, tepat dekat Hutan Kota atau samping Jembatan Merdeka. Padahal, sebagai kota besar Banjarmasin minimal memiliki puluhan alat pemantau kualitas udara yang dipasang pada kawasan strategis,’’ ujar anggota dewan dari F-PKS ini kepada {{KP}}, Rabu (7/11).

Dikemukakan, padatnya arus lalulintas di Banjarmasin dipastikan akan berdampak tidak hanya bagi lingkungan karena hasil sisa pembakaran dari kendaraan banyak mengandung gas buang CO2, tapi juga mengancam kesehatan manusia, seperti penyakit pernafasan atau dan paru-paru.

Lebih jauh anggota komisi membidangi masalah pembangunan dan lingkungan ini mengatakan, dengan terpasangnya alat pemantau kualitas secara memadai, minimal masyarakat atau pengguna jalan dapat menghindari dan mengantisipasi ruas jalan bila dalam kondisi tercemarnya polusi udara yang cukup tinggi dan melebihi ambang batas.

Mathari menjelaskan, sumber polusi udara di kota besar umumnya kebanyakan berasal dari gas buang transportasi. Polutan udara yang dinilai paling berbahaya dan bisa berdampak bagi kesehatan mausia adalah PM 2.5.

Berita Lainnya

Wawali Hermansyah Ketua APPSBI

Walikota Apresiasi FKDGP Gelar Pengobatan Gratis

1 dari 49
Loading...

Sebagaimana diketahui, Kota Banjarmasin telah memiliki Alat Pengukur Kualitas Udara. Salah satu panel alat pemantau kualitas udara itu dipasang di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, tepatnya dekat Hutan Kota Banjarmasin.

Alat itu dipasang dengan tujuan melakukan pengukuran dan monitoring kualitas udara, sehingga data tersebut dapat menjadi himbauan sekaligus untuk menangulangi dan mencegah pencemaran udara lebih luas.

Bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup tersebut dinamakan Air Quality Monitoring Sistem (AQMS). “Dengan panel berukuran sekitar 2 meter persegi itu akan terlihat kualitas udara Kota Banjarmasin dari kategori aman hingga membahayakan bagi kesehatan .

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengakui, jika alat pemantau kualitas udara yang sudah dipasang itu belum secara keseluruhan mengambarkan kualitas udara di Kota Banjarmasin.

“Mengingat, idealnya di setiap persimpangan dengan tingkat kepadatan arus kendaraan tinggi dipasangi alat pemantau udara,’’ ujarnya seraya menambahkan melalui alat pemantau kualitas udara tersebut akan terlihat paramater kadar oksigen, karbodioksida (CO2), partikel debu hingga kecepatan angin.

Sekedar menjadi catatan berdasarkan hasil penelitian, kualitas udara di Kota Banjarmasin tidak jarang dalam kondisi melebih ambang batas dan cukup membahayakan bagi kesehatan, baik karena partikel debu maupun gas buang kendaraan akibat semakin padatnya aruas kendaraan.

Tingkat pencemaran udara cukup tinggi diantaranya kawasan Jalan Lingkar Selatan, sekitar Simpang Empat Jalan Lambung Mangkurat, Simpang Empat Jalan Sultan Adam, Jalan S Parman hingga Jalan Brigjen H Hasan Basri dan Jalan Soetoyo S, khususnya sekitar kawasan sekitar Pelabuhan Trisakti. Terlebih saat ini sudah memasuki musim kemarau, menyusul meningkatnya kabup asap akibat sering terjadinya kebakaran lahan dan hutan. (nid)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya