BKKBN Prov Kalsel Gelar Workshop

Batulicin, KP – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan (Prov Kalsel) menggelar workshop Peningkatan Kapasitas Pengelola Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) yang bertempat di bal room hotel ebony kecamatan batulicin, 16/10.

Kegiatan ini diikuti 135 peserta dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) dengan narasumber dari Pemerintah Pusat dan Prov Kalsel. 

Kegiatan ini untuk menindaklanjuti program pemerintah terkait penangan stunting di seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Sesuai dengan visi misi pemerintah dalam menangani angka stunting yang berada di urutan ke lima dunia.

Dalam sambutannya Plt Kepala BKKBN Prov Kalsel H Ramlan mengatakan, kegiatan ini merupakan program pusat yang terintergrasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang serentak melaksanakan kegiatan ini. 

“Yang mana kegiatan ini berkaitan langsung dengan penanganan stunting mulai dari masa kehamilan dan 1000 hari pasca kelahiran,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.175
Loading...

Melalui kegiatan ini, ia berharap kepada seluruh peserta untuk dapat meningkatkan kapasitas para tenaga professional yang khusus menangani stunting didaerahnya masing-masing, sehingga angka stunting di wilayah Kalimantan Selatan khususnya di Tanah Bumbu dapat ditekan. 

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Anwar Salujang mengatakan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyambut baik dan mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan workshop ini.

“Karena kegiatan ini sangat penting dan strategis sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga pengelola Pro PN, dalam melakukan tindakan preventif terjadinya stunting pada anak, terutama dapat memaksimalkan potensi Tenaga Pengelola Pro PN, untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat, dalam rangka mensosialisasikan peran dan tanggungjawab keluarga dalam pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, yaitu, Asah, Asih dan Asuh,” jelasnya.

Sebab menurutnya, salah satu penyebab stunting adalah karena gizi bayi yang tidak terpenuhi, selama masa kandungan maupun setelah melahirkan.

“Oleh karena itu kami berharap, melalui pelaksanaan kegiatan workshop peningkatan kapasitas bagi pengelola Pro PN kali ini akan meningkatkan peran kualitas kinerja pengetahuan dan wawasan serta skil atau keahlian tenaga pengelola Pro PN,” ungkapnya.

Sehingga lamjutnya, dengan kemampuan yang mumpuni, tenaga pengelola Pro PN dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya Pola Asuh saat 1000 hari pertama kehidupan, serta memperhatikan gizi bayi, sebelum maupun sesudah melahirkan, agar nantinya, anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan memiliki kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar dan berkompetisi, dalam mengisi pembangunan.

Pada acara tersebut, pemerintah daerah melalui Staf Ahli Buapti Anwar Salujang berkesempatan memberikan cinderamata kepada Maria Evi Ratnawati selaku Direktur Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, BKKBN. (rel)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya