Suporter Ingin Barito Putera Bangkit

Manajemen Barito Putera bersama perwakilan suporter, duduk bersama untuk bertukar pikiran demi kebangkitan Lasykar Antasari. (Kp/opiq)

BANJARMASIN, KP – Menyikapi posisi Barito Putera yang sempat terbenam di dasar klasemen Shopee Liga 1 2019, manajemen Barito Putera bersama perwakilan suporter, duduk bersama untuk bertukar pikiran demi kebangkitan Barito Putera, di kediaman Manajer PS Barito Putera H Hasnuryadi Sulaiman, di Jalan Kampung Melayu, Sabtu (19/10) sore.

Agenda yang dirangkai silaturahmi tersebut dihadiri Manajer Barito Putera, H Hasnuryadi Sulaiman, Asisten Manajer Barito Putera, Syarifudin Ardasa, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, Ketua Kerukunan Keluarga Bakumpai, H Yuni Nur Abdi Sulaiman, Wakil Ketua Asprov Kalsel, Djumadri Masrun, dan Pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman.

Berbagai masukan dan saran disampaikan oleh perwakilan suporter kepada manajemen, juga sebaliknya. Dalam pertemuan tersebut, suporter berharap Laskar Antasari bisa bangkit dan keluar dari zona merah degradasi.

Dengan memperbaiki penampilan dan memaksimalkan raihan poin pada beberapa pertandingan yang tersisa, terutama pada laga kandang.

Saat ini, Laskar Antasari mengantongi 23 poin dan bertengger di peringkat 13 dari 18 tim Liga 1 Indonesia.

“Kami siap mendukung dan mengawal perjuangan Barito Putera, keluar dari zona merah degrasi, dan itu harapan kita,” ucap Ketua Barito Mania Bersatu, Norman kepada media.

Manajer Barito Putera, H Hasnuryadi Sulaiman, mengungkapkan, bahwa silaturahmi ini juga sebagai sarana perekat antara jajaran manajemen dan suporter.

“Jangan pada saat pertandingan saja kita bertemu, tapi justru sehari-hari sebagai warga banua yang saling mencintai dan ingin bahu membahu membangun banua dan olahraga, terutama untuk sepak bola, sekaligus wadah kita bertukar informasi,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman sangat mengapresiasi adanya pertemuan dengan para suporter. Kegiatan ini dinilainya sangat bagus, terutama untuk saling menjalin keakraban antara manajemen dan suporter.

“Saya juga mengharapkan, agar suporter tidak menjatuhkan mental dari para pemain, karena kebanyakan para pemain lebih takut ketika bermain di kandang sendiri, tekanan yang begitu kuat dari para suporter akan menjadi beban bagi mereka,” ungkap Djanur sapaan akrabnya.

Menurutnya, tim dan suporter adalah satu kesatuan, jadi harus saling mendukung kalau ingin sebuah klub berhasil. Selain itu, ia juga menyampaikan harapannya kepada suporter agar mendukung dengan positif.

“Beberapa pemain merasa tidak nyaman bermain di kandang sendiri, karena tekanan dari suporter yang membuat mereka nervous lebih dahulu. Nah, saya sangat berharap, hal tersebut harus dibuang jauh-jauh, karena sangat berpengaruh pada mental para pemain,” beber Djanur.

Ditambahkannya, para pemain akan bermain lebih all out dilapangan jika mendapat dukungan penuh dari para suporter, tanpa dibuli, atau dicemooh lewat medsos atau langsung di lapangan.

“Saya fikir itu sangat mengganggu, karena tidak semua pemain Barito Putera berpengalaman dan tahan terhadap tekanan. Dukunglah Barito Putera dengan positif, dan berikan kritik yang membangun, bukan cemoohan yang justru menjatuhkan” pungkasnya. (opq/k-9)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...