Nostalgia Nasi Kuning Samarinda Ala Banjar

SEMINAR NASI KUNING - Dosen Pendamping Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman Dr Jamil SPd MSi dalam kegiatan kunjungan dan studi banding Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas ULM, belum lama ini, di Ruang Rapat FKIP ULM. (KP/Zaidi)

Banjarmasin, KP – Warga Kalimantan Timur, khususnya Samarinda terkenal dengan kuliner nasi kuningnya. Nasi kuning ala Samarinda. Ini menjadi anomali karena nasi kuning sebenarnya bukan makanan asli warga Bumi Etam. Lalu dari mana asal makanan berbahan dasar beras yang diberi pewarna kunyit ini?

Ternyata nasi kuning Samarinda pertama kali diperkenalkan migran Suku Banjar asal Kalimantan Selatan. Suku Banjar memang banyak yang madam (merantau) ke Kalimantan Timur. Tujuan utamanya di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Warga yang madam membawa serta adat tradisi di banua. Tentunya tidak ketinggalan kulinernya.

Hal ini dikemukakan Dr Jamil SPd MSi, Dosen Pendamping Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman dalam Kegiatan Kunjungan dan Studi banding Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), belum lama ini.

“Kehadiran Suku Banjar di Kota Samarinda atau Kota Tepian, diperkirakan sudah berabad abad yang lalu. Bahkan ada pendapat bahwa sebenarnya Urang Banjar yang mulai membangun Kota Samarinda. Uniknya, pada dekade tahun 2000-an, Etnis Banjar jumlahnya berkisar 14 persen, lebih banyak dari Suku Kutai dan Dayak masing-masing berada di kisaran 10 persen dari penduduk Kalimantan Timur,’’ kata Jamil.

Sementara itu, Dekan FKIP ULM, Dr Chairil Faif Pasani MSi dalam sambutannya berharap kunjungan dan studi banding bertema “Jelajah Bumi Antasari’’, bisa bermuara pada kegiatan kerjasama antar prodi maupun institusi dalam skala lebih luas.

“Prodi Pendidikan Sejarah FKIP ULM adalah prodi tertua di Kalimantan yang saat ini sudah berakreditasi A. Alumninya pun sebanyak dua orang sudah menjadi dosen di Prodi Sejarah Unmul. Tentunya, ini preseden bagus untuk menjalin hubungan kerjasama,’’papar Paif.

Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah, Drs Rusdi Effendi MPd, juga antusias atas kunjungan mahasiswa asal Kalimantan Timur. Menurut Rusdi, suatu kebanggaan bagi Prodi Pendidikan Sejarah ULM. Kedepannya program lain bisa digagas. Mulai kegiatan jurnal ilmiah dan kerjasama para dosen hingga antar Himpunan Mahasiswa.

Prodi Pendidikan Sejarah ULM sebagai tuan rumah menggarap beberapa rangkaian acara dalam perhelatan ini. “Mulai kegiatan kuliah umum Sejarah Lokal Kalimantan Selatan oleh Drs Hairiyadi MHum. Kemudian kunjungan ke Laboratorium Pembelajaran Sejarah FKIP ULM yang dipandu pengelola laboratorium Sriwati MPd. Ada juga sharing session dengan Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himase) yang dipandu pembina kemahasiswaan Fitri Mardiani MPd,’’ pungkas Rusdi. (zai/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...