BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, masyarakat Kota Banjarmasin menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penyerahan hewan kurban tersebut berlangsung di halaman Masjid Agung Miftahul Ihsan, Selasa (26/5/2026) dan disambut antusias warga serta jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sapi bantuan Presiden berjenis simmental dengan bobot mencapai 973 kilogram atau hampir satu ton. Hewan kurban tersebut nantinya akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) sebelum dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Seribu Sungai.
Tak hanya dari Presiden, Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR juga turut menyerahkan satu ekor sapi kurban tambahan. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan menjelang Iduladha.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat Banjarmasin melalui bantuan hewan kurban tersebut. Menurutnya, bantuan itu bukan hanya memiliki makna ibadah, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi masyarakat dan menjadi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan adanya tambahan sapi kurban dari Pemerintah Kota Banjarmasin, Yamin berharap jumlah penerima manfaat dapat semakin luas, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar kawasan masjid dan wilayah perkotaan lainnya.
Selain membahas penyaluran hewan kurban, Yamin juga menyoroti persoalan lingkungan yang kerap muncul saat pembagian daging kurban. Ia meminta agar distribusi daging tahun ini dilakukan lebih tertib dan mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Pemerintah Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat membawa wadah sendiri saat menerima daging kurban. Selain itu, penggunaan kemasan alternatif ramah lingkungan seperti anyaman purun juga mulai didorong untuk menekan volume sampah pasca-Iduladha yang selama ini meningkat cukup signifikan.
“Kami ingin pembagian daging kurban tetap berjalan lancar tanpa meninggalkan persoalan lingkungan, edukasi penggunaan wadah ramah lingkungan harus mulai dibiasakan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Banjarmasin juga tengah mempercepat penataan kawasan Masjid Agung Miftahul Ihsan. Kawasan masjid yang berada di dekat Pasar Antasari itu diproyeksikan menjadi ikon religi sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Saat ini proses pengecatan dan pembersihan kawasan terus dilakukan menjelang pelaksanaan Salat Iduladha. Pemerintah menilai penataan kawasan masjid dapat memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota religius sekaligus humanis.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar berharap proses distribusi daging kurban nantinya dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai peruntukan. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan panitia kurban menjadi hal penting agar pembagian berlangsung tertib tanpa menimbulkan kerumunan berlebihan.
“Di momentum Iduladha, kita ingin ini menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” jelas Ichrom.
Sementara itu, Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Anang Wijatmiko, memastikan stok hewan kurban di Banjarmasin dalam kondisi aman menjelang Iduladha 2026. Berdasarkan pemeriksaan sementara, terdapat sekitar 2.000 ekor sapi dan 2.500 ekor kambing yang telah melalui pemeriksaan kesehatan.
Meski demikian, pihaknya juga menerima laporan adanya beberapa sapi yang mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh dan cuaca ekstrem. Karena itu, hewan yang kondisinya tidak pulih secara optimal disarankan tidak digunakan untuk kurban dan dialihkan menjadi stok daging segar harian.
Anang juga mengingatkan panitia kurban dan para pemotong hewan agar memperhatikan tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam sekaligus memperhatikan kesejahteraan hewan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan keamanan daging yang nantinya dibagikan kepada masyarakat. (nug/KPO-3)















