Semangat Tak Terpatahkan Anak PKM HSS dan Tapin

Kandangan, KP – Annisa (16) dengan mata berkaca-kaca, senang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Sosial atas ketekunan dan semangatnya dalam seni tari, serta menginspirasi bagi anak-anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harpan (PKH) lainnya untuk berprestasi.

Siswi kelas 12 di SMKN 1 Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu adalah salah satu anak KPM PKH Berprestasi. Ibunya adalah KPM-PKH yang disalurkan oleh Kementerian Sosial RI.

Pada Hari ke-3 Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial Nasional 2019

Senin (16/12) kemarin, ia hadir dalam acara penyambutan Tim Ekspedisi Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) Lintas Banua Bergerak.

Selain Annisa juga ada Riyadi Saputra (14) dan Misnawati (14) yang juga mendapatkan penghargaan. Riyadi bersama tim keseniannya menjadi juara dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Kalses.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengungkapkan PKH merupakan program perlindungan sosial yang diarahkan pada mengangkat taraf kehidupan masyarakat prasejahtera menjadi sejahtera.

“Upaya yang dilakukan adalah melalui intervensi pemerintah sehingga keluarga-keluarga ini terangkat dari kemiskinan. Yang terpenting adalah kemiskinan bukan menjadi hal yang turun-temurun dalam suatu keluarga. Kita harus memutus rantai kemiskinan itu,” kata pria yang akrab disapa Ari ini.

Ia mengatakan kebijakan Program Bantuan Sosial kedepan akan terus didorong untuk memperkuat pemberdayaan. Hal ini harus menjadi gerakan sosial untuk mempercepat para penerima manfaat berdaya dan mandiri secara sosial dan ekonomi.

Berita Lainnya
1 dari 890
Loading...

“PKH kedepan harus banyak meluluskan (graduasi), menumbukan kreatifitas ekonomi, memunculkan Ibu-ibu enteprener yang memiliki dampak sosial di lingkungan terdekatnya dan melahirkan anak-anak berprestasi diberbagai bidang. Pada gilirannya PKH dapat mewujudkan SDM unggul dan berkontribusi dalam mendorong Indonesia Sejahtera,” kata Mensos.

Kemudian, kegiatan dilajut pada etape keempat, kegiatan Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) 2019, Selasa (17/12), Tim Ekspedisi tiba di Kabupaten Tapin.

Untuk Tim ekpedisi LBKS yang dikomando Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin, menempuh enam etape secara estafet dimulai pada tanggal 14 Desember hingga 19 Desember 2019 dengan rute Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, dan berakhir di Kota Banjarmasin. Dalam pelaksanaan LBKS tahun 2019, Kementerian Sosial menghadirkan Anak Berprestasi dan KPM Graduasi Sejahtera Mandiri di setiap etape.

Dalam setiap Perjalanan LBKS dengan menggunakan kendaraan roda dua, Paman Birin— sapaan akrab Gubernur Kalsel,– bersama rombongan, menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan rakyat.

Kegiatan lain menghadiri bakti sosial dan event budaya adat asli masyarakat lokal, disamping memberikan bantuan.

Rangkaian kegiatan HKSN juga digelar event- event budaya tradisional yang mencerminkan nilai- nilai kearifan lokal.

Kabupaten Tabalong dipilih sebagai “kick off Start LBKS dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2019.

“Kegiatan HKSN sarat dengan nilai- nilai keramahan sosial. Terlebih diawali dengan LBKS,” ucap Gubernur H Sahbirin Noor, di Halaman Pendopo Bersinar Tanjung, Acara Pembukaan LBKS Bergerak , Sabtu (14/19) lalu.

Dikatakan Paman Birin, melalui kegiatan HKSN adalah momen tepat untuk lebih menghadirkan lagi peran penerintah untuk rakyat. Di sanping merekatkan kesetiakawanan sosial. (humpro/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya