729 Pencandu Narkoba Direhabilitasi

Banjarmasin, KP – Kurun waktu 2019, sebanyak 729 pecandu narkoba yang ada di Banjarmasin direhabilitasi. Terdiri dari 79 orang mendapat rawat inap, sedangkan 650 lainnya hanya menjalani rawat inap.

“Jumlah tersebut meningkat dibanding 2018 yang hanya 50 orang. Dan untuk rehabilitasi rawat jalan pada 2018 sebanyak 374 pecandu,” ujar Kepala BNNP Kalsel Brigjen M Aris Purnomo didampingi Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan Kompol Yanto Suparwito dan pajabat lainnya, saat jumpa pers akhir tahun, Selasa (31/12).

Dikatakannya, angka prevalensi untuk Kalsel yang terpapar penyalahgunaan Narkoba menurun. Hal tersebut berdasarkan data dan penelitian BNN bekerja sama Univesitas Indonesia pada 2017 silam dengan angka 1,97 persen.

“Sedangkan untuk hasil di 2019 BNN bekerjasama dengan LIPI cuma 1,30 persen,” timpalnya.

Berita Lainnya

Dua Bedakan Hangus Terbakar

1 dari 863
Loading...

Banyaknya pecandu direhabilitasi, menandakan mereka ingin sembuh dan berhenti dari ketergantungan barang setan tersebut. Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk berobat dan melakukan rehabilitasi meningkat.

Ia pun menjamin, bagi pecancu narkoba lain yang ingin mendapatkan pelayanan rehab tersebut, tidak akan dikenakan sanksi hukum. “Dan rehabilitasi itu tanpa dipungut biaya apapun,” sebutnya.

Aris menyatakan, bagi pemakai ataupun pecandu narkoba tetap akan diproses hukum apabila masih tak berhenti menggunakan narkoba.

“Namun jika ingin sembuh, tentu akan dibantu. Kesedian mereka yang mau rehabilitasi tentunnya dukungan sejumlah pihak, baik dari keluarga maupun peran masyarakat,” tandasnya. (fin/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya