Batuan Langka, Hanya Ada Dua di Dunia Ditemukan di Kalsel

Banjarbaru, KP – Tim Penilai Internasional Geopark melakukan kunjungan ke Kalsel beberapa waktu lalu.

Bersama Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus dilakukan penilaian dan penelitian di beberapa titik atau lokasi.

Melalui penelitian tersebut ditemukan batuan langka yang saat ini hanya ada dua di dunia, yaitu di Athena, Yunani dan Perancis.

Memang untuk membuktikan apakah batuan yang ditemukan di geopoint di Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kilometer 30, harus dilakulan uji laboratorium terlebih dahulu.

Sebagaimana dijelaskan Kepala Bidang Air Tanah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Ali Mustofa, kuat dugaan batuan yang ditemukan tersebut jenisnya plagiogranit yang cukup langka di dunia.

Ali menyebut pihaknya belum berani menyimpulkan, sebab harus melewati serangkaian uji laboratorium.

Dikatakan Ali, jika benar batuan tersebut jenis plagiogranit maka Indonesia adalah negara ke tiga yang memiliki jenis batuan tersebut.

“Ciri-cirinya memang mengarah ke jenis batuan plagiogranit, warna dan kekerasan berbeda dengan batuan biasa,” kata Ali.

Ali menambahkan, jika memang terbukti benar batuan tersebut adalah plagiogranit maka akan warisan dunia yang sangat bernilai.

Berita Lainnya
1 dari 1.074
Loading...

“Semoga benar yang kami temukan plagiogranit, jika demikian maka Pegunungan Meratus sangat kaya dengan warisan kejadian bumi,” bebernya.

Disebutkan Ali, pihaknya akan mengirimkan sampel batuan tersebut ke laboratorium di Jerman dan Australia.

Hasil uji laboratorium tersebut akan dijadikan bahan seminar internasional yang akan dilaksanakan di Kalsel.

Sebelumnya, Profesor Ibrahim Komoo selama empat melakukan Verifikasi Geopark Pegunungan Meratus untuk menuju UNESCO Global Geopark (UGG).

“Tujuan akhir geopark adalah menyejahterakan masyarakat sekitar melalui pengembangan kawasan,” kata dia.

Geopark Pegunungan Meratus yang sudah ditetapkan menjadi geopark nasional, makin serius diusulkan masuk ke dalam daftar UGG. Hal ini dibahas dalam Close meeting pra assesment geopark nasional pegunungan meratus yang dilaksanakan di Ruang Syahrir YP Kantor Bappeda Provinsi Kalsel, Jumat (20/12) lalu.

Di sisi lain, Dishut Kalsel mendukung penuh upaya Geopark Pegunungan Meratus, apalagi pada kawasan Tahura Sultan Adam terdapat dua geosite, Mandiangin dan Kahung.

Dua geosite itu merupakan bagian dari 67 geosite pada Geopark Pegunungan Meratus.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi provinsi Kalsel jika geopark di Kalsel masuk kedalam UNESCO Global Geopark,” ungkap Hanif. (mns/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya