Dinkes Barut Lakukan Fogging

FOGGING – Petugas kesehatan melakukan pengasapan di rumah warga Kota Muara Teweh, guna mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, baru-baru tadi.(KP/Asari)
366

Muara Teweh, KP – Guna mengantisifasi berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, mahluk kecil pembawa penyakit deman berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Barito Utara (Barut) lakukan pengasapan (fogging) di permukiman rumah warga di Kota Muara Teweh.

Ini merupakan langkah awal untuk pencegahan penyebaran penyakit yang dibawa nyamuk tersebut, terutama wilayah yang sering terkena banjir.

“Pengasapan yang dilakukan ini adalah permintaan warga sejak adanya kasus DBD pada Desembar 2019 lalu. Fogging dilaksanakan sejak Senin (6/1) lalu dan akan berakhir pada Selasa (21/1). Kemudian pengasapan kembali dilakukan di bebebapa kecamatan lainnya,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Barut H Siswandoyo, Senin (13/1) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, wabah DBD bisa terjadi di wilayah manapun, terutama pada kawasan yang rawan banjir. Biasanya bulan–bulan yang paling rawan terjadi, di antara Desember hingga Februari.

Selain melakukan fogging, juga gencar sosialiasi ke masyarakat di dalam kota dan kecamatan tentang cara melakukan pencegahan DBD. Sosialisasi pencegahan tersebut tentang mengubur kaleng bekas yang bisa menampung air, serta menutup tempat genangan air yang dapat ditempati nyamuk bersarang.

Masyarakat diminta agar selalu menjaga kebersihan, terutama di lingkungan sekitar, serta selalu membersihkan tempat penampungan air minimal dua kali dalam sebulan. Juga melakukan gerakan 3M Plus, yakni menutup, menguras bak mandi, dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai.

“Taburkan bubuk Larvasida, pakai kelambu dan kasa nyamuk, tanam-tanaman pengusir nyamuk, pakai lation anti nyamuk. Lakukan di setiap rumah melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik,” tukasnya. (asa/K-8)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...