Gubernur Minta BKKBN Fokus Tangani Masalah Stunting dan Pernikahan Anak Dibawah Umur

Palangka Raya,KP – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran minta Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) fokus menangani dua masalah penting di Kalteng. Pertama masalah stunting dan kedua masalah pernikahan anak usia dibawah umur.

Permintaan itu ia sampaikan melalui Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat pelantikan Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng Muhammad Irzal, menggantikan Plt.Setyawati S.P.Si di Palangka Raya, Senin (20/1). Diakui Sekda dua masalah itu menjadi Pekerjaan rumah bagi Pemda Kalteng bersama BKKBN.

Masalah BKKBN bukan hanya persoalan merencanakan jumlah anak, tetapi bagajmana meningkatkan kesejahteran masyarakat, utamanya menekan angka kematian bayi ibu melahirkan.

Pasalnya dua masalah itu mampu menghambat capaian gold children (anak) atau generasi emas. Sebab di Kalteng angka stunting cukup tinggi dengan frevalensi mencapai 48. Dan angka pernikahan usia anak dibawah umur secara nasional Kalteng rangking 2.

Berita Lainnya
1 dari 593
Loading...

Sebagaimana program Presiden dan visi-misi Gubernur, skala prioritas pembangunan saat ini dibidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul.

Itulah yang menjadi tugas pokok BKKBN di Kalteng, pinta Gubernur. Sehingga nantinya SDM Kalteng akan mampu bersaing di era industri 4.0, tambahnya lagi.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN baru Kalteng.M.Irzal menyatakan siap melaksanakan apa yang diinginkan Pemprov Kalteng selama bertugas di Daerah ini.

Salah satu langkah kembali memberdayakan Posyandu, dan 10 program pokok PKK, melalui upaya sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kalteng.

Kepala PerwakilannBKKBN baru Kalteng dilantik dan dikukuhkannoleh Ka Pusat Hasto Wardoyo, sebelumnya sebagai Sekretaris BKKBN Provinsi Jambi. (drt)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya