Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Belgia Versus Mesir, Ingin Menghapus Memori Buruk

×

Belgia Versus Mesir, Ingin Menghapus Memori Buruk

Sebarkan artikel ini
IMG 20260615 WA0020 e1781509892867
Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia melawan Mesir yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti

WASHINGTON, Kalimantanpost.com – Tim nasional Belgia akan menghadapi Mesir dalam laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Senin waktu setempat atau Selasa (16/6/2026) pukul 02.00 WIB.

Boleh jadi, ini akan menjadi salah satu duel paling menarik di fase awal turnamen, mengingat keduanya sama-sama berbekal catatan tak terkalahkan di jalur kualifikasi masing-masing.

Kalimantan Post

Lebih dari itu, baik Belgia maupun Mesir saat ini tengah berada dalam momen regenerasi di tubuh skuad masing-masing, menjadikan pertandingan ini bak bocoran siapa di antara kedua tim yang bakal lebih dekat dengan era baru yang lebih gemilang.

Bagi Begia, edisi kali ini tak ubahnya jadi kesempatan untuk menghapus memori buruk di Qatar 2022, ketika mereka pulang lebih awal tanpa mampu melewati fase penyisihan grup meski diperkuat begitu banyak pemain bintang di level klub.

Kegagalan itu sekaligus menandai berakhirnya salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Belgia yang sempat mencapai peringkat ketiga pada Piala Dunia 2018 Rusia.

Kini Belgia memulai lembaran baru di bawah pelatih Rudi Garcia. Meski sejumlah pemain senior masih menjadi tulang punggung tim, skuad Belgia mulai diisi kombinasi pemain berpengalaman dan wajah-wajah baru yang diharapkan mampu menjaga daya saing mereka di level tertinggi.

Nama-nama seperti Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, dan Youri Tielemans masih menjadi andalan. Di lini depan, kecepatan Jeremy Doku serta kreativitas Leandro Trossard dan Charles De Ketelaere diharapkan menjadi sumber ancaman utama bagi pertahanan Mesir.

Secara pengalaman tampil di kompetisi elite Eropa, Belgia memang lebih unggul. Namun, lawan yang mereka hadapi bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Mesir datang dengan rasa percaya diri tinggi setelah tampil konsisten sepanjang fase kualifikasi Afrika dan berhasil kembali ke putaran final Piala Dunia setelah absen pada edisi 2022.

Baca Juga :  Arema FC Mulai Lakukan Perombakan, Tiga Pemain Dilepas

Bagi Mesir, Piala Dunia memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar kembali tampil di panggung internasional.

Negara di bagian utara Afrika tersebut masih menyimpan catatan yang belum berhasil mereka perbaiki selama puluhan tahun, yakni belum pernah meraih kemenangan dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.

Dari tiga penampilan sebelumnya pada 1934, 1990, dan 2018, Mesir hanya mampu mengumpulkan dua hasil imbang dan lima kekalahan. Harapan untuk memutus rekor tersebut kini bertumpu pada generasi yang dipimpin Mohamed Salah.

Penyerang berusia 34 tahun itu telah menjelma menjadi salah satu pesepak bola paling sukses dalam sejarah Afrika. Berbagai gelar domestik dan internasional telah ia raih di level klub bersama Liverpool, tetapi perjalanan bersama tim nasional masih menyisakan ruang yang belum terisi.

Karena itu, Piala Dunia 2026 dipandang sebagai kesempatan besar bagi Salah untuk menambah warisan kariernya sekaligus membawa Mesir menciptakan sejarah baru. Apalagi ia tidak lagi bekerja sendirian.

Mesir kini memiliki sejumlah pemain yang mampu memberikan dukungan signifikan, termasuk Omar Marmoush yang berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa dalam beberapa musim terakhir.

Kolaborasi Salah dan Marmoush menjadi senjata utama Mesir dalam menghadapi Belgia. Kecepatan, kemampuan menciptakan peluang, dan efektivitas keduanya di sepertiga akhir lapangan berpotensi merepotkan lini belakang lawan yang tengah memasuki masa regenerasi.

Selain itu, perhatian juga tertuju kepada penyerang muda Hamza Abdelkarim. Pemain berusia 18 tahun yang memperkuat tim U-19 Barcelona tersebut menjadi salah satu nama paling menarik dalam skuad Mesir.

Di atas kertas, Belgia masih memiliki keunggulan dari segi kedalaman skuad dan pengalaman bermain di level kompetisi tertinggi.

Baca Juga :  Fiorentina Lirik Emil Audero, Antisipasi Kepergian Kiper De Gea

Namun, semangat Mesir untuk memburu kemenangan pertama sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia diperkirakan akan membuat pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan