H Sudian Noor Sambut Baik Pelatihan Budidaya Padi Organik

CEL LAPANGAN – Dilakukan petugas Dinas Pertanian Tanbu. (Dok)
552

Batulicin, KP – Bupati Tanah Bumbu H.Sudian Noor melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhartoyo menyambut baik dilaksanakanya pelatihan budidaya padi secara organik bagi peserta klaster padi unggul terintegrasi di Tanah Bumbu. Pemkab Tanbu berharap, para petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri setelah pelatihan ini.  

Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 14 s.d 16 Januari 2020, dengan materi pelatihan yakni,  cara penanaman padi menggunakan jajar legowo, pemahaman konsep pengmbangan pertanian secara organik dan terintegrasi, pembuatan superbokashi dari kotoran sapi dengan menggunakan MA11, pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian sebagai pengganti pupuk N,P,K. Selain itu, pembuatan pestisida organik, pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian, pembuatan pupuk biofarm, pencegahan dan pengendalian hama, praktek pengolahan lahan, dan praktek penanaman padi jajar legowo. Adapun

Jajar Legowo adalah pertanian dengan mengatur jarak tanam. Manfaat Jarwo yaitu memudahkan perawatan, menekan serangan hama penyakit, hemat biaya pemupukan, serta meningkatkan produksi dan produktivitas padi. 

Kepala Desa Sumberbaru, Dewi Purnani mengaku senang adanya  pelatihan budidaya padi organik dan terintegrasi bagi kelompok tani di desanya. 

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan hasil padi yang meningkat dan biaya perawatan padi yang murah”, ujar nya. 

Sebelumnya, mewakili Bupati Tanbu H.Sudian noor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhartoyo membuka pelatihan ini di Pondok Tani Desa Sumberbaru Kecamatan Angsana 14/1.

Pelatihan ini ditujuka  kepada Petani di Desa Sumberbaru  yang tergabung dalam kelompok tani guyup rukun. Pelatihan ini kerjasama Pemkab Tanbu dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan.  

Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Prov Kalsel, Aryo Wibowo mengatakan, pelatihan ini ditargetkan produksi padi bisa mencapai 8 ton/ha. 

Biasanya produksi petani hanya 4 sampai 5 ton/ha, namun dengan adanya pelatihan ini diharapkan produksi pertanian bisa mencapai 8 ton/ha. “Targetnya menaikan produksi padi,” ujarnya. (han)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...