Larangan Penggunaan Kantong Plastik Sasar ke Pasar Tradisional

Tujuan melakukan sosialisasi di pasar tradisional karena ingin punya banyak pasar tradisional yang bisa terlibat langsung melakukan pengurangan pemakaian kantong plastik.

BANJARMASIN, KP – Upaya Pemko Banjarmasin melarang atau mengurangi penggunaan kantong plastik bukan hanya isap jempol. Guna melanjutkan rencana pemerintah pengurangan penggunaan kantong plastik, pada 2020 menyasar pasar-pasar tradisional.

Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin tahun 2020 kembali memberikan sosialisasi kepada pedagang dan pelanggan pasar untuk berpindah ke bakul purun.

“Tujuan kita melakukan sosialisasi pasar tradisional karena kami ingin punya banyak pasar tradisional yang bisa dapat atau terlibat langsung melakukan pengurangan pemakaian kantong plastik,’’ ucap Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH, Dwi Naniek, Senin (20/1), setelah melakukan sosialisasi di Pasar Pandu.

Naniek mengatakan, sosialisasi seperti ini akan digelar di enam pasar tradisional. Selain Pasar Pandu kedepannya juga diadakan sosialisasi di Pasar Teluk Dalam, Pelambuan, Cemara, Satria, dan Pekauman.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.761
Loading...

“Untuk waktunya masih belum dijadwalkan kapan, karena perlu koordinasi dengan pihak pasar dan bantuan RT setempat, mengingat tak hanya melakukan sosialisasi saja tetapi juga semua pedagang diedukasi untuk menggunakan bakul,’’ terangnya.

Sedangkan bakul purun yang dibagikan tiap pasar sebanyak 500 bakul. “Kami mengharapkan, sosialisasi yang kami sampaikan kepada pedagang, bisa dilanjutkan pedagang ke pembeli. Karena setiap hari bertemu dengan pelanggan adalah para pedagang. Tujuan sosialisasi kali ini diharapkan pedagang ikut memberikan edukasi kepada pengunjung bahwa penggunaan bakul lebih baik daripada kantong plastik,’’ imbuh Naniek.

Jika pedagang memang harus memakai kantong plastik kepada pelanggan karena dagangannya mengharuskan pakai plastik, Naniek menegaskan, harus meminimalisir agar pengguanan plastik sedikit mungkin.

“Jadi tiap pedagang kami kasih lima bakul. Pedagang diharapkan memberikan bakul kepada pelanggan setia mereka jika masih belum menggunakan bakul, demikian juga nantinya, para pembeli diminta tak menekan atau meminta kantong plastik tetapi harus mau memakai bakul purun,’’ tuturnya.

Selain itu, Naniek mengimbau kepada pedagang makanan yang berkuah-kuah bisa mengurangi pemakaian kantong plastik. Kalau bisa mengimbau pembeli agar membawa wadah sendiri dari rumah.

“Terus terang kedepan nantinya diharapkan bisa mengurangi penggunaan kantong plastik juga. Karena kebanyakan alasan pedagang masih menggunakan kantong plastik karena membuat masakan yang berkuah,’’ kata Dwi Naniek. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya