Renovasi Ujung Murung dan Sudimampir Alot

BANJARMASIN,KP – Rencana Pemko Banjarmasin untuk merenovasi Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir Baru, tampaknya masih menemui kendala. Masalahnya,meski khabarnya sudah ada investor yang siap membangun, namun ternyata tidak semua pedagang menyetujui kedua pasar yang akan dijadikan pasar semi modern itu direnovasi dalam waktu segera.

Informasi diterima menyebutkan, pedagang meminta penundaan direnovasinya kedua pasar yang berada di tepian Sungai Martapura itu adalah pedagang yang memiliki status kepemilikan Hak Guna Bangunan (HGB).

Mereka meminta agar renovasi Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir Baru ditunda, menunggu sampai habisnya masa berlakunya HGB yang akan berakhir tahun 2025, kata Kabid Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan dan Pasar, Dinas Pendistribusian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar.

Kepada sejumlah wartawan (10/1), saat berada di ruang press rom DPRD Kota Banjarmasin, ia mengemukakan, terkait permintaan pedagang itu akan dibicarakan kembali melalui rapat koordinasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Perlu Perencanaan Mantang

Secara terpisah, DPRD Kota Banjarmasin memberikan dukungan dan mengapresiasi rencana pihak Pemko untuk melakukan penataan Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir dan berharap agar program itu secepatnya direalisasikan.

Masalahnya, karena keinginan penataan kedua pasar yang lokasinya bersebelahan ini bukan hanya datang dari Pemko, tapi sudah cukup lama diusulkan dan didambakan oleh para pedagang kedua pasar tersebut, kata Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi.

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Ia juga menjelaskan dari informasi diterima status bangunan di kedua pasar itu diketahui bukan sepenuhnya milik Pemko Banjarmasin , tapi ada yang berstatus Hak Guna Banguan (HGB) dan sebagian dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM).

Menyikapi masalah status kepemilikan ini ujarnya, maka sebelum melakukan renovasi atau penataan, terhadap Pasar Sudimampir dan Pasar Ujung Murung Pemko Banjarmasin harus terlebih dahulu melakukan pendataan lahan kepemilikan agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Kendati dalam melakukan proses ini Faisal Hariyadi mengatakan, akan memakan waktu lama. Namun untuk membuat kesepakatan dan menghasilkan presepsi yang sama antara pedagang dan Pemko Banjarmasin memerlukan proses.

Lebih jauh ia mengakui, rencana penataan atau merivalisasi Pasar Ujung Marung dan Pasar Sudimampir sudah cukup lama diwacanakan sehingga diharapkan melalui kepemimpinan Walikota Ibnu Sina dan Wakil Walikota Hermasyah, revitalisasi kedua pasar itu dapat segera terujud.

Pihak dewan sendiri akan terus memberikan dukungan terhada rencana ini. Apalagi pasar ini ini nantinya diprogramkan sebagai sentra grosir terbesar di Kalsel, tandas ketua komisi dari F-PAN ini.

Dikemukakan hal lain yang perlu perencanaan secara matang adalah, jika renovasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir direalisasikan adalah soal pemindahan sementara tempat berjualan agar pedagang.

Sebelumnya Faisal Hariyadi mengakui, penataan Pasar Ujung Murung dan Sudimampir memerlukan ketersediaan anggaran yang cukup besar, sehingga wajar jika kemudian Pemko Banjarmasin berencana menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atau investor.

Menurut penilainnya bahwa keberadaan Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir saat ini dinilai sudah tidak layak lagi untuk ditempati dan terkesan kumuh. Pasalnya, selaian kondisi bangunan yang sudah tua, di depan lokasi pasar tersebut banyak berdiri kios atau tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL). (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya