RANTAU, Kalimantanpost.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan imunisasi anak.
Penurunan cakupan imunisasi dinilai berisiko memicu kembali munculnya penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin.
Hal itu disampaikan Puji Winarta Selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tapin pada saat temu media di Dinas Kesehatan Tapin. Jumat (24/4/2026).
Puji Winarta, mengatakan imunisasi merupakan langkah penting membentuk kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit berbahaya.
“Melalui imunisasi, tubuh dikenalkan pada virus atau bakteri tertentu sehingga saat terpapar penyakit, tubuh sudah memiliki pertahanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di lingkungan masyarakat. Dengan cakupan imunisasi tinggi, penyebaran penyakit menular dapat ditekan.
Menurut Puji, sejumlah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi antara lain campak, polio, difteri, hepatitis B, pertusis, dan tuberkulosis. Selain mencegah penularan, imunisasi juga mengurangi risiko komplikasi berat, kecacatan hingga kematian pada anak.
Namun, Dinas Kesehatan mencatat masih muncul kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Kabupaten Tapin dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat empat kasus campak, satu kasus pertusis, dan satu kasus tetanus. Sementara pada 2025 ditemukan tiga kasus campak dan dua kasus pertusis.
Puji menilai kasus campak dan pertusis menjadi indikator sensitif rendahnya cakupan imunisasi karena kedua penyakit tersebut sangat mudah menular.
“Ketika cakupan imunisasi menurun, risiko penularan penyakit otomatis meningkat. Ini yang terus kami waspadai,” katanya.
Ia mengungkapkan rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya minimnya pemahaman orang tua mengenai manfaat serta jadwal imunisasi anak.
Selain itu, penyebaran informasi palsu di media sosial turut memengaruhi kepercayaan masyarakat. Hoaks terkait efek samping vaksin, kandungan vaksin, hingga isu kehalalan disebut masih sering ditemukan.Akibatnya, sebagian orang tua memilih menunda bahkan menolak imunisasi bagi anak mereka.
“Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar. Imunisasi sudah terbukti aman dan efektif melindungi anak dari penyakit berbahaya,” ujar Puji.
Dinas Kesehatan Tapin juga mengajak masyarakat aktif memanfaatkan layanan imunisasi di puskesmas, posyandu, maupun fasilitas kesehatan lainnya guna mencegah meningkatnya kasus penyakit menular di daerah.(abd/KPO-4)















