Shabu Jaringan Lapas dan Pontianak Dibongkar

KASUS SHABU - Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto saat menunjukan barang bukti shabu dengan berat hampir 1 Kg bersama dua tersangka Udin dan Husni, saat gelar pengungkapan narkoba jaringan Lapas dan Pontianak.. (KP/Yuli)
202

BANJARMASIN, KP – Awal 2020 ini, Jajaran Satuan Res Narkoba Polresta Banjarmasin berhasil menangkap sekaligus mengungkap jaringan narkoba di dua tempat berbeda dengan barang bukti hampir satu kilogram shabu.

“Barang bukti shabu seberat 959,12 gram ini, berhasil disita petugas dari dua kasus dengan tiga tersangka,” ujar Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Sumarto Msi didampangi Kasat Res Narkoba Kompol Wahyu Hidayat dan Kasubbag Humas Ipda Imam P pada saat Press Realase, Jumat (10/1) sekitar pukul 11.00 WITA.

Tiga tersangka yang diamankan ini merupakan hasil petugas Unit 1 dan Unit 2 dalam kurun waktu tidak lama.

Dimana untuk tersangka Muhammad Aini (34) dengan barang bukti terbagi menjadi 5 paket Shabu seberat 328,71 gram berhasil ditangkap oleh Unit 1.

Sementara Hamsuddin alias Udin (38) dan Husni diamankan oleh unit 2. Dan petugas berhasil menyita 24 paket shabu seberat 630,41 gram.

“Ketiga tersangka diamankan dengan dua kasus berbeda, yang mana terlebih dahulu kita mengamankan tersangka Aini dengan barang bukti 328,41 gram shabu,” jelas Kapolresta Banjarmasin.

Dikatakannya, dua tersangka lainnya yakni Hamauddin dan Husni merupakan target kepolisian sejak lama.

“Kita tidak main main dalam memberantas peredaran narkoba di Banjarmasin, terlebih dengan batang bukti yang lumayan banyak ini, tentunya berapa jiwa yang berhasil terselamatkan akibat narkoba,” tegasnya.

Kasat Resnarkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Wahyu Hidayat menyebutkan, barang haram tersebut diamankan dari tiga tersangka dengan jaringan yang berbeda.

” Untuk tersangka Aini berdasarkan pengakuanya, narkoba yang berjumlah 328,41 gram ini berasal dari Lapas,” kata Kasat.

Sementara untuk tersangka Hamsuddin dan Husni shabu di perolehnya dari daerah Pontianak, Kalimantan Barat.

“Tersangka Hamsuddin ini merupakan TO sejak lama. tersangka berhasil diamankan dengan cara di buntuti,” tuturnya

Pada saat tersangka Hamsuddin menuju rumahnya di Komplek Batola Risindence BLok F Batola, petugas berhasil menyita barang bukti narkoba.

“Pada saat peggerebekan tersangka Husni berada di dalam rumah dan terlibat dalam hal ini,” jelasnya.

Dalam hal ini jika terbukti bersalah akan dikenakan pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana paling lama 15 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Hamsuddin alias Udin menggeluti bisnis haram itu berawal dari coba coba, dengan harapan agar bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Pria yang mengaku sebagai petani ini nekat berangkat ke Pontianak melalui jalur darat agar bisa mengambil secara langsung narkoba.

“Awal beli satu ons dan berhasil hingga beberapa kali,” ujarnya sambil menundukkan kepala.

Merasa mendapatkan keuntungan lebih nesar, ia pun kembali mendapatkan tawaran untuk membawa shabu lebih banyak.

“Sekali ambil barang dapat upah Rp30 juta dan uangnya untuk kebutuhan sehari hari” kata Udin.

Diakui Udin, ia sudah wara wiri Ke Pontianak untuk mengambil shabu sebanyak 7 kali dengan wilayah penjualan di Banjarmasin, Kapuas dan Barito Kuala. (yul/K-4)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...