Budi Waseso : Beras Bervitamin Pencegahan Stunting Ciptakan SDM Unggul

Budi Waseso memaparkan bahwa beras fortifikasi ini dapat menjadi jembatan integrasi kebijakan antar program Pemerintah, sehingga dapat mengurangi serta menangani prevalensi stunting dan anemia di Indonesia.

BANJARMASIN, KP – Direktur Utama Perum BULOG Budi Wasso menandaskan, pihaknya siap bekerjasama dengan semua pihak, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah guna memberikan layanan pangan yang menambah gizi bagi masyarakat, maupun dengan konsumen disetiap lini untuk penyediaan pangan sehat bergizi tinggi.

Kegiatan digelar di RS Ulin lantai VIII Seminar dihadiri oleh 300 peserta ini dibuka keynote speech oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy turut hadir sebagai Nara Sumberlainnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Direktur Komunikasi Danone Indonesia Arif Mujahidin.

Kegiatan Sabtu ini juga dihadiri Gubernur Kalsel Syahbirin Noor beserta Dinas terkait dan Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK.

Budi Waseso memaparkan bahwa beras fortifikasi ini dapat menjadi jembatan integrasi kebijakan antar program Pemerintah, sehingga dapat mengurangi serta menangani prevalensi stunting dan anemia di Indonesia.

Berita Lainnya
1 dari 458
Loading...

“Kemudian melalui integrasi dengan program BPNT atau Kartu Sembako, pengelolaan CBP serta program pangan lainnya, dengan integrasi kebijakan, diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan bangsa yang kreatif, produktif dan berdaya saing tinggi,” ungkap Budi Waseso.

“ Beras fortifikasi (bervitamin) yang akan disalurkan oleh BULOG merupakan beras sehat yang diperkaya dengan beberapami kronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng (Zn),” ungkapnya.

BULOG ingin membangun kesepahaman tentang beras bervitamin (fortifikasi), proses produksi dan rencana pengembangan kernel sebagai local production serta membangun kesepahaman pentingnya integrasi antar program pemerintah dalam percepatan pencegahan dan penaganan stunting, juga terhadap ketahanan pangan.

“ Saya berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi semua terutama terwujudnya ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang sehat dan bergizi bagi asyarakat Indonesia,” jelasnya.

Berbicara fortisifikasi pangan di Indonesia bukan hal yang baru tahun 1986, pemerintah melalui Kemenkes telah berhasil mengatasi masalah penyakit gondok melalui kebijakan yang mewajibkan fortifikasi garam dengan Iodium.

“BULOG terus berinovasi dengan menyiapkan beras bervitamin (fortifikasi) yang salah satunya dapat disalurkan kepada masyarakat berpendapatan rendah, dengan harapan dapat semakin berdaya untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat,” tutup Budi Waseso. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya