Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan

×

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260416 WA0093
Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan diikuti oleh para penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait di lingkungan pelabuhan Trisakti Banjarmasin. (KP/Repro Pelindo).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penerapan standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan di kawasan pelabuhan.

Sosialisasi ini menghadirkan Elfia N. Normayanti selaku Ketua Tim Kerja III – Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga diikuti oleh para penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait di lingkungan pelabuhan.

Kalimantan Post

Acara dibuka secara resmi oleh Yoga Arya Kuswanto selaku Junior Manager HSSE yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan higiene dan sanitasi pangan sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan di area pelabuhan.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan seluruh aktivitas penyediaan pangan di lingkungan pelabuhan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Kami berharap seluruh penjamah makanan dapat menerapkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten guna mencegah risiko penyakit bawaan pangan,” ujar Yoga Arya Kuswanto, Kamis (16/4/2026).

Dalam pemaparannya, Elfia N. Normayanti menjelaskan bahwa cemaran pangan terdiri dari beberapa jenis, yaitu cemaran fisik, cemaran biologi, cemaran kimia, serta alergen.

“Penjamah pangan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya penyakit bawaan pangan. Dengan memahami jenis cemaran serta cara pencegahannya, diharapkan setiap individu yang terlibat dalam pengolahan pangan dapat menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” papar Elfia N. Normayanti.

Dijelaskan, bahwa cemaran fisik merupakan benda asing yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan, seperti rambut, logam, atau benda kecil lainnya yang dapat menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan bagi konsumen.

Baca Juga :  Jelang Musim Haji, Nasabah Tabungan Haji BSI Melesat

Cemaran biologi menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit bawaan pangan, yang berasal dari bakteri, virus, parasit, maupun mikroorganisme lainnya. Selain cemaran fisik dan biologi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cemaran kimia yang dapat berasal dari bahan alami maupun bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, dan logam berat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta menerapkan praktik higiene dan sanitasi pangan yang baik dalam aktivitas sehari-hari. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan