Hotel Pyramid Belum Mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair

Hasil sementara DLH menyimpulkan, pembuangan limbah hotel yang persis berbelakangan dengan SDN Antasan Besar 7 ini, belum mengantongi izin pembuangan limbah cair sebagaimana diatur dalam Perda No : 5 tahun 2014.

BANJARMASIN, KP – Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pembuangan limbah Hotel Pyramid Suites yang berlokasi di Jalan Skip Lama, Rabu petang (26/2/20).

Hasil sementara DLH menyimpulkan, pembuangan limbah hotel yang persis berbelakangan dengan SDN Antasan Besar 7 ini, belum mengantongi izin pembuangan limbah cair sebagaimana diatur dalam Perda Nomor : 5 tahun 2014.

Temuan lain sementara didapatkan DLH, diduga Hotel Pyramid membuat limbah cucian atau laundry yang dibuang sembarangan atau lingkungan sekitar, tanpa lebih dahulu diolah di Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) dimiliki hotel tersebut.

“Namun khusus kamar mandi, dapur serta wc memang masuknya dan langsung diproses melalui IPAL,’’kata Sekretaris DLH Kota Banjarmasin, Zauhar Arif.

Hal itu dikemukakannya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan DLH Kota Banjarmasin, Wahyu Hadi Cahyono kepada sejumlah wartawan, di sela melakukan pemeriksaan terhadap sistem IPAL Hotel Pyramid Suites.

Terkait pembuangan limbah laundry, Zauhar Arif mengemukakan, pihaknya besok pagi atau Kamis (27/2/20) hari ini akan mengambil sample limbah air laundry tersebut untuk dilakukan pemeriksaan melalui laboratorium apakah sesuai sesuai baku mutu.

“Termasuk Karouke Armany yang masih satu manajemen dengan Hotel Pyramid limbah pembuangan air laundry akan kami cek,’’ tandas Zauhar Arif.

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Menyinggung sanksi pembuangan air limbah tidak sesuai dengan ketentuan berlaku, Zauhar Arif menjelaskan, bisa dikenakan sanksi teguran berupa perlunya perbaikan sistem pengolahan limbah, sanksi administratif hingga pencabutan izin.

Sementara Kabid Pengawasan DLH Wahyu Hadi Cahyono menambahkan, meski Karouke Armany dan Pyramid Suite sudah memiliki IPAL cuma sampai sejauhmana efektifitas IPAL tersebut masih dilakukan pemeriksaan lagi.

Masalahnya, lanjut Wahyu Hadi Cahyono, karena khusus pada bagian laundry tampaknya belum terkoneksi dengan baik dengan IPAL. “Termasuk nanti akan kami uji lagi melalui laboratorium hasil pembuangan limbah yang diolah melalui IPAL apakah sudah sesuai dengan baku mutu,’’ ujarnya.

Secara khusus terkait pembuangan limbah dari laundry ini, Wahyu Hadi Cahyono mengharapkan, seharusnya lebih dahulu melalui IPAL. “Jelasnya semua air limbah yang dihasilkan dari aktifitas hotel ini sebelum dibuang harusnya sebelumnya diolah melalui IPAL agar tidak mencemari lingkungan,’’ tandasnya.

Lebih jauh Zauhar Arif dan Wahyu Hadi Cahyono sekali menegaskan, meski Karaouke Armany dan Hotel Pyramid Suites sudah memiliki pengolahan IPAL sendiri, namun belum mengantongi izin pembuangan limbah cair.

Ditegaskan, izin pembuangan limbah cair bisa dikeluarkan, ketika air yang dibuang itu tidak melebihi baku mutu yang bisa mengancam pencemaran lingkungan. “Itupun setelah dilakukan pemantauan selama sekitar empat bulan, apakah hasil limbah cair yang diolah melalui IPAL itu melebih baku mutu atau tidak,’’ kata Wahyu Hadi Cahyono.

Sementara Asisten Manager korouke Armany dan Hotel Pyramid Suites, Bram menjelaskan, pihaknya sudah memiliki IPAL sendiri dalam pengolahan air limbah, sebelum dibuang, sehingga diyakini tidak akan berdampak pada pencemaran lingkungan.

“Namun jika DLH ingin memeriksa kembali hasil limbah cair yang sudah diproses dan diolah melalui IPAL yang kami miliki silahkan saja, agar semuanya menjadi jelas,’’ kata Bram. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya