Komisi I Kecewa Ketidakhadiran BKD

Komisi I DPRD Kota Banjarmasin kecewa, padahal undangan rapat sudah disampaikan, namun Kepala BKD Syafri Azmi ternyata tidak bisa berhadir.

BANJARMASIN, KP – Komisi I DPRD Kota Banjarmasin menyatakan kekecewaaannya atas ketidakhadiran Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Banjarmasin dalam rapat kerja dengar pendapat yang digelar, Jumat siang (21/2/2020).

“Kami kecewa padahal undangan rapat sudah kami sampaikan, namun Kepala BKD Syafri Azmi ternyata tidak bisa berhadir,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Suyato, SE MM.

Menurut Suyato, selain BKD dalam pertemuan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Tugiatno itu, komisi I juga mengundang Plt Kepala Satuan Polisi Pampong Praja (Satpol-PP), Ikhwan Noor Khalik. Itupun, kata Suyato hanya diwakilkan kepada Sekretaris Satpol PP, Fachrurrazi yang didampingi sejumlah anggotanya.

Ia menjelaskan, rapat dengan mengundang kedua institusi itu guna diminta penjelasan terkait unjuk rasa puluhan anggota Satpol-PP yang mempertanyakan kejelasan soal tunjangan kinreja (Tukin) dengan mendatangi Kantor BKD beberapa hari lalu.

“Sayangnya setelah kami tunggu jawaban hingga pukul 14.30 WITA, ternyata BKD tidak bisa berhadir, meski sudah kami coba menghubungi Kepala BKD bersangkutan,’’ kata Suyato yang akrap disapa Awie ini.

Berita Lainnya
1 dari 1.802
Loading...

Ketua komisi dari F-PDIP ini menduga, ketidakhadiran Kepala BKD dalam memenuhi undangan rapat komisi I karena sedang berada di luar daerah mengikuti kegiatan pariwisata extravaganza di Bali.

Meski demikian, ia sekali lagi menyayangkan ketidakhadiran tersebut. Menurut penilaiannya, acara pariwisata extravanganza di Bali sama sekali tidak ada hubungannya dengan tupoksi BKD.

Sebelumnya ia menjelaskan, pemanggilan kepada BKD dan Satpol-PP oleh komisi I sebenarnya untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait permasalahan Tukin yang dikeluhkan petugas Satpol-PP dan berharap agar peristiwa ini jangan sampai terulang kembali.

Dikatakannya, BKD dipanggil karena pihaknya hanya ingin tahu sampai kapan Tukin yang dituntut Satpol PP bisa dibayar. “Selain itu, menyikapi tindakan petugas Satpol PP yang menyampaikan aspirasinya ke BKD sampai memicu keributan tidak bisa ditolerir,’’ ujarnya.

Sebagaimana diberitakan dalam aksi digelar Selasa pagi hingga siang (18/2/2020) tersebut, sempat terjadi kericuhan. Puluhan petugas Satpol-PP tidak bisa menahan emosi mereka dengan mengobrak abrik meja, kursi hingga papa nama Kepala BKD Kota Banjarmasin, Syafri Azmi.

Guna mengantisipasi situasi semakin tidak terkendali, Sekdako Hamli Kursani dan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina akhirnya turun tangan. Setelah mendapatkan penjelasan dan kepastian akan tuntutan disampaikan setelah aksi unjuk berlangsung sekitar enam jam itu, petugas Satpol PP membubarkan diri meninggalkan Kantor BKD. (nid/K-5)
 

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya