Pertanian Bartim Potensial Dikembangkan Sebagai Penyangga IKN

Tamiang Layang , KP – Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengatakan, sektor pertanian itu sangat potensial jika dikembangkan sebagai peyangga ibu kota negara (IKN) yang baru di wilayah Kalimantan Timur nanti.

“Barito Timur bisa memproduksi beras untuk menopang pangan di IKN yang baru,” kata Ampera saat memaparkan potensi Bartim saat audensi dengan Dewan Riset Daerah Kalteng di Tamiang Layang, Senin ( 24/2 )

Menurut Bupati Bartim Ampera adanya RMU ini bukan utuk mencari keuntungan. Tetapi, lebih kepada membantu petani dengan membeli gabahnya. Misal dipasaran harga gabah Rp 6.000,- maka akan dibeli dengan harga Rp 6.100,-, dengan maksud petani menerima untung dari penjualan gabahnya.

Selain itu, potensi sayuran dan buah-buahan juga akan ditarget bisa memenuhinya pada pada tahun 2021. Pengembangan potensi sayur dan buah mulai dilaksanakan pada tahun 2020 ini. Melalui anggaran desa, Pemerintah desa ditekankan agar melaksanakan program pemanfataan pekarangan rumah untuk menanam sayuran.

“Mulai tahun ini, kita sudah mulai memproduksi telor itik dan ayam. Ada beberapa hal yang menjadiikan Kabupaten Bartim sangat potensial, salah satunya jarak tempuh melalu jalur darat dengan IKN yang baru,”jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 485
Loading...

Untuk mendukung pertanian sawah, telah dilaksanakan peninjauan terkait bendungan atau embung yang ada di Bartim. Pada jaringan irigasi tersier pada Embung Karau dan Embung Tampa perlu pembenahan.

Sumber mata air embung tersebut berasal dari pegunungan di Desa Muara Awang Kecamatan Dusun Tengah. Mata air yang ada di Desa Muara Awang mencapai 980 meter dari permukaan laut sehingga air terus mengalir.

“Berkaitan pembenahan bendungan, kita peru dukungan dari Pemprov Kalteng. Demikian juga terkait kelestarian bahan baku air murni dari Desa Muara Awang. Disana ada Izin Usaha Pertambangan, maka perlu kelestarian lingkungannya dengan pengawasan pertambangan,” jelas Ampera.

“Selain itu, kita juga sebagai daerah penghasil karet. Perlu ada strategi maupun camppur tangan Pemprov Kalteng agar harga karet bisa meningkat, dimana harga karet saat ini Rp5.500 – Rp7.300,- per kilogram. Harapan masyarakat harga karet bisa mencapai Rp13 ribu per kilogram,” demikian Ampera.

Paparan terkait potensi daerah Kabupaten Bartim disampaikan langsung oleh Bupati Bartim Ampera AY Mebas saat audensi dengan Dewan Riset Daerah Provinsi Kalteng di aula Rapat Bupati Bartim di Tamiang Layang, Senin.

Audiensi dengan DRD Kalteng dipimpin Bupati Ampera dengan dihadiri Sekda Bartim Eskop , Kepala Bappeda Panahan Moetar dan seluruh kepala perangkat daerah. Sedangkan rombongan DRD Kalteng dipimpin Ketua Komisi II DRD Kalteng Prof Dr Saputera MSi. (vna/K-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya