Semua Jenis Beras Bergerak Naik

Naiknya harga beras lokal jenis hanyar ini cukup mempengaruhi penjualan, sebelumnya masyarakat memilih harga beras jenis beras usang dan unus sekarang mereka kembali mencari beras ganal dan siam karena harganya sangat terjangkau meskipun ada kenaikkan juga.

BANJARMASIN, KP – Setelah sempat stabil harga jual beras lokal beberapa waktu yang lalu dalam sepekan ini harga beras usang dan jenis lainnya kembali bergerak naik disejumlah pasar tradisional dari Rp500,- sampai Rp1000,- per liternya karena pasokan yang semakin berkurang.

Menurut Aini penjual beras eceran, Selasa (11/2), harga beras Usang mulai merangkak naik seperti beras Usang Siam, Mutiara, Mayang serta mutiara yang naik mulai Rp500,- sampai Rp1000,- per liternya

Padli salah satu penjual distributor beras di Muara Kelayan menjelaskan, sejak dalam sepekan lebih ini harga beras lokal mulai bergerak naik setiap bleknya.

Naiknya harga beras lokal jenis hanyar ini cukup mempengaruhi penjualan, sebelumnya masyarakat memilih harga beras jenis beras usang dan unus sekarang mereka kembali mencari beras ganal dan siam karena harganya sangat terjangkau meskipun ada kenaikkan juga.

Ditambahkan, Padli naiknya harga beras dalam minggu-minggu ini karena para petani penghasil sentra beras seperti Anjir, Sungai Gampa Batola, Aluh-Aluh Kabupaten Banjar mulai berkurang karena belum memasuki masa panen raya namun sudah memasuki masa tanam sedangkan permintaan masih cukup tinggi.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Pasokan beras lokal Usang ini umumnya dipasok daerah-daerah penghasil ini sehingga jika pasokan mulai melambat harga beras akan terganggu biasanya pasokan beras disini biasanya menggunakan tranfortasi darat seperti truk sedang dan besar sedangkan lainnya menggunakan angkutan sangai.

Menurut Hj Ijah, penjual beras eceran dikawasan Pasar Lama, naiknya harga beras eceran yang cukup tinggi ini berpengaruh besar pada penjualan harian konsumen yang biasa membeli 1 blek hingga 15 liter mulai berkurang namun itu tidak terjadi pada penjual makanan siap saji.

Beras yang paling dicari warga seperti Unus Mayang dijual Rp12,000,- per liter padahal sebelumnya hanya Rp11,000,- sedangkan untuk Unus Mutiara Rp11,000,- sebelumnya cuma Rp10.000 perliternya, jenis Pandak Rp8000 serta jawa literan menjadi Rp9000 hingga Rp10.000 per liter.

Ditambahkan Hj Ijah, saat ini sentra penghasil yang baru mulai melakukan masa tanam saja lagi belum melakukan panen seperti daerah Batola Anjir sedangkan daerah lain seperti seperti Kabupaten Banjar, Tala dan Banua Enam terjadi hal yang sama juga.

Naiknya beras lokal atau Usang dalam sepekanan ini ternyata juga diikuti naiknya beras Jawa jenis Mulen yang dijual hanya Rp9000,- per liternya menjadi Rp10,000,- per liternya

Terpisah, Kadivre Bolog Kalsel Arif Mandu menjelaskan, stok beras diBulog ada sekitar 19 ribu ton cukup hingga 6 bulan kedepan artinya stok beras aman-aman saja, memang akhir-akhir ini curah hujan masih cukup tinggi.

“ Harapan kita dimulai bulan Januari sudah memasuki masa tanam dan pada bulan April nanti diperkirakan sudah memasuki masa panen sehingga tok beras kita akan terus nyambung,” jelasnya. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya