Suling Ke 174 di Mesjid Al Abidin Desa Wawai

Barabai, KP – Program kegiatan subuh keliling (suling) yang melibatkan kerjasama Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST)  dengan organisasi NU dan Muhammadiyah setempat sudah memasuki pekan yang ke 174.

Suling ke 174 yang diikuti pejabat Pemkab HST bersama jemaah suling dari kalangan ulama NU tokoh Muhammadiyah serta jemaah masyarakat HST lainnya ini bertempat di mesjid Al Abidin Desa Wawai Kecamatan Batang Alai Selatan,Jum’at (21/2/2020).

“Saya atas nama Bupati HST H A Chairansyah mengapresiasi dan berterima kasih kepada jemaah suling dan jemaah mesjid Al Abidin yang telah berhadir,” ujar Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan H Zainuddin saat menyampaikan sepatah kata.

Zainuddin pada kesempatan bersilaturrahmi dengan masyarakat Desa wawai mengatakan tujuan suatu pemerintahan tiada lain guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai program yang dicanangkan.

Ia juga menginformasikan pada tahun 2020 ini memasuki tahun politik untuk pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur serta Bupati/Walikota termasuk wakilnya dan di HST pemilihan Pambakal serentak, Semoga dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar, sambungnya.

Disamping itu Zainuddin berharap agar menjaga kerukunan antar warga sekaligus menjaga diri, anak, keluarga dan masyarakat agar terhindar dari narkoba yang pergerakannya begitu cepat.

Berita Lainnya

Operasi Yustisi Protkes Sisir Tempat Wisata di HST

Tim Penegak Protokol Kesehatan HST Gencarkan Razia

1 dari 1.203
Loading...

Ia juga mengingatkan agar selalu waspada dan menjaga rumah, lahan terhadap bencana kebakaran.

H Tamrin selaku pimpinan Suling Barabai kembali mengingatkan bahwa pesan utama suling adalah mengajak masyarakat untuk membiasakan sholat lima waktu berjamaah, membaca Al Quran, sholat tahajud dan dhuha.

“Kita galakkan juga semangat silaturahmi, infak sadaqah,” ujar salah satu tokoh Muhammadiyah Barabai ini.

Senada dengan H Tamrin,  ustadz H  Husnul Khair Pulungan dalam tausyiahnya mengatakan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membahasakan ibadah sebagai hak Allah yang harus dipenuhi oleh seluruh hambaNya. Sebagai timbal baliknya, Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan mengazab mereka yang taat beribadah dengan tidak melakukan syirik dalam semua peribadatan mereka.

Ibadah merupakan salah satu kesempatan kita mengagungkan Allah dan menikmati Allah. Kesempatan dimana kita memuji Dia dan kita mendengarkan sabda-Nya. Namun, celakanya banyak orang beribadah untuk kepentingan tertentu, misalnya sebagai aktualisasi diri, sebatas rutinitas, sebatas menghilangkan rasa sungkan dan lain-lain.

Sholat merupakan media komunikasi manusia dengan Allah SWT yaitu dimana umat Tuhan berkumpul bersama untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Ini adalah ibadah dalam arti khusus. Saat beribadah terjadi pertemuan antara Tuhan dengan umatNya: Tuhan berbicara kepada umatNya melalui pemberitaan firman yang disampaikan, sedangkan kita mendekat kepada Tuhan melalui doa, pujian dan persembahan kepadaNya, serta memberikan persembahan korban syukur.

Dalam ibadah/kebaktian inilah kita mengungkapkan kasih kita kepada Tuhan melalui pujian dan penyembahan. Tuhan menghendaki kita melakukan segala sesuai dengan didasarkan kasih kepadaNya, bukan “lain di bibir lain di hati. (adv/ary/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya