Terus Waspadai DBD

Martapura, KP – Kasus DBD kini menjadi salah satu perhatian utama Dinas Kesehatan, karena saat ini sudah memasuki musim penghujan dan memang kerap terjadi di Kabupaten Banjar.

“Langkah pencegahan DBD terus dilakukan, yakni melakukan gerakan satu rumah satu juru pembasmi jentik nyamuk (jumantik). Lalu pemberantasan sarang nyamuk, menggunakan lotion atau sprei anti nyamuk serta menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender dan serai wangi,’’ kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjar dr Maya, kemarin.

Juga dianjurkan memelihara ikan gapi-gapi, termasuk ikan cupang yang terkenal sebagai pemakan jentik nyamuk. Tak Kalah pentingnya, mengaktifkan gerakan Jumat Bersih serta 3M pada tempat penampungan air.

Diungkapkannya, kasus DBD selama musim hujan pada 2019 terindikasi cukup tinggi. Januari 2019 terdapat 108 kasus, sementara untuk Januari 2020 ada 21 kasus. Dia berharap jangan sampai seperti KLB pada 2015.

Berita Lainnya

PKK Kalsel Beri 50 Ribu Masker Untuk Warga Banjar

Penerapan Prokes Covid-19 Rumah Ibadah Dievaluasi

1 dari 1.178
Loading...

“Karena ternyata dalam temuan lapangan, banyak warga belum sadar membersihkan tempat penampungan air, atau dibiarkan, sehingga menjadi sarang nyamuk,’’ imbuhnya.

Disamping soal DBD, Dinkes juga mengedarkan ke sejumlah rumah sakit dan 24 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kawaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Corona yang saat ini tengah menyerang sebagian China dan beberapa negara di Asia Tenggara.

“Imbauan tersebut berupa sosialisasi kepada tenaga medis, juga masyarakat luas agar memahami wabah virus tersebut,’’’ katanya.

Kendati di Kabupaten Banjar belum ada suspect virus corona, pihaknya berharap masyarakat tidak panik, namun juga perlu waspada. Pengidapnya dalam masa inkubasi biasa memiliki gejala demam tinggi, flu, batuk-batuk kering hingga sakit di saluran pernafasan. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya