Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) terus memperkuat kapasitas kelembagaan guna menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.
Hal tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan aktif dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah se-Kalsel yang digelar Diskominfo Provinsi, Kamis (21/05/2026), di Aula Kantor setempat, Banjarbaru.
Keikutsertaan ini menjadi bagian komitmen Diskominfostandi guna menyiapkan penyusunan Strategi Komunikasi (Strakom) daerah yang terarah, adaptif dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Banjar.
Dipimpin Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Syawli Syahri didampingi Kasi Pengelolaan Media Informasi dan Komunikasi Publik Faishal Rizal, Kasi Hubungan Media dan Layanan Informasi Publik Lutfi Wardana, Kasi Pengelolaan Opini Publik Yuanida Meldasari serta tiga orang Pranata Humas.
Partisipasi aktif ini menjadi langkah strategis guna memperkuat kompetensi aparatur, khususnya mengidentifikasi isu-isu strategis daerah, merumuskan narasi komunikasi kebijakan serta menyusun pola komunikasi publik yang efektif dan tepat sasaran.
Dalam sesi simulasi penyusunan strategi komunikasi, Kabid Syawli Syahri memaparkan rancangan strategi komunikasi terkait penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur publik di Kabupaten Banjar.
Paparan tersebut menitikberatkan pada pentingnya membangun narasi komunikasi yang informatif, responsif dan mampu memberikan pemahaman utuh pada masyarakat mengenai langkah-langkah pemerintah daerah menangani persoalan banjir serta percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur publik.
Syawli menjelaskan, strategi komunikasi yang baik harus mampu mengidentifikasi isu secara akurat, memetakan persepsi publik, sekaligus menghadirkan pesan terukur, agar masyarakat memperoleh informasi jelas terkait tahapan penanganan maupun progres kebijakan pemerintah.
“Strategi komunikasi bukan hanya soal penyampaian informasi, tetapi bagaimana pemerintah mampu membangun narasi yang selaras, terukur dan mudah dipahami masyarakat, sehingga pesan pembangunan diterima secara efektif,” ujarnya.
Menurutnya, isu penanganan banjir dan infrastruktur publik merupakan perhatian utama masyarakat Kabupaten Banjar, sehingga memerlukan pendekatan komunikasi yang terencana, terbuka dan berkesinambungan, agar seluruh kebijakan pemerintah tersampaikan secara utuh.
Usai mengikuti bimtek ini, Diskominfostandi juga siap mengoordinasikan langkah lanjutan secara lintas SKPD agar setiap perangkat daerah dapat mempersiapkan strategi komunikasi di lingkungan masing-masing.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan keselarasan narasi komunikasi antar lembaga, sehingga informasi kebijakan daerah tersampaikan secara terintegrasi, konsisten dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Melalui koordinasi lintas SKPD tersebut, setiap perangkat daerah diharap mampu mengidentifikasi isu strategis sektoral, menyusun pola komunikasi yang sesuai dengan karakteristik kebijakan masing-masing serta mendukung terwujudnya tata kelola komunikasi publik yang profesional dan responsif.
Materi bimtek, mencakup teknik identifikasi isu strategis, penyelarasan narasi komunikasi kebijakan daerah, pengelolaan opini publik hingga praktik penyusunan strategi komunikasi yang aplikatif untuk diterapkan di masing-masing daerah.
Keikutsertaan ini juga tindak lanjut dari Pra Bimbingan Teknis yang sebelumnya dilaksanakan, sebagai bagian proses berkelanjutan untuk membangun tata kelola komunikasi publik yang profesional dan terintegrasi. (Wan/K-5)















