Tidak Terbantahkan 9 Februari adalah Hari Pers

Banjarmasin, KP – Sebagian pihak masih ada yang menyangsikan tanggal 9 Februari yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN) adalah hari lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, menyebut tanggal 9 Februari berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Pada zaman masa penjahahan, ujarnya, tokoh pers adalah tokoh negara. “Mereka dipenjara, dibuang ke Halmahera Utaara, ada yang dibuang sampai mati,” ujar Atal.

Pada tanggal 9 Februari 1946 para tokoh pers berkumpul dan bersatu membentuk organisasi. Dikatakan Atal, tanggal 9 Februari memang hari lahir PWI, namun pada saat itu semua tokoh pers dari seluruh Indonesia berkumpul di Solo, Jawa Tengah.

Berita Lainnya

Ke MK “Bunuh Diri”

1 dari 1.030

“Para tokoh pers dari seluruh penjuru Indonesia hadir di situ berkumpul. Mereka pada saat itu selain jurnalis juga pejuang kemerdekaan,” kata Atal.

Atas dasar itu menurut Atal, tidak bisa dibantahkan tonggak perjuangan pers Indonesia adalah di tanggal 9 Februari. Diakui Atal terdapat tangg lain dalam perjuangan pers, namun selain tanggal 9 adalah hari ulang tahun penerbitan bukan lahirnya pers.

Atal memersilahkan bagi pihak lain yang berbeda pandangan terkait hari pers. Menurut Atal pihaknya tidak melarang hal demikian.

“Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen), Abdul Manan, kan temana saya, saya sudah ngomong kalau kamu punya pandangan lain terkait hari pers silahkan dijaga, saya tidak melarang. Yang kami peringati tanggal 9 Februari adalah bagaimana zaman dahulu pers berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indinesia. Hidup mereka dulu berjuang aja, sampai akhirnya momen mereka bersatu membentuk organisasi,” ucapnya.(mns/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya