Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Jamaah Haji Lansia tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain di Nabawi

×

Jamaah Haji Lansia tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain di Nabawi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260427 WA0032
Arsip- Umat Islam bertadarus usai menunaikan Shalat Subuh di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (17/6/2025). (Antara)

MADINAH, Kalimantanpost.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau kepada jamaah calon haji Indonesia, terutama para lanjut usia (lansia) agar tidak memaksakan diri melakukan shalat Arbain di Masjid Nabawi demi menjaga kondisi kebugaran selama di Madinah.

Shalat Arbain mengacu pada shalat selama 40 waktu berturut-turut secara berjamaah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Biasanya shalat Arbain berlangsung selama delapan hari.

Kalimantan Post

“Shalat Arbain bukan menjadi bagian dari rukun haji atau rangkaian amalan wajib haji, sehingga jamaah tidak harus dituntut (shalat Arbain),” ujar Petugas Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Anis Diyah Puspita di Madinah, Minggu (26/4).

Jamaah, kata dia, harus menjaga kondisi tetap prima sebelum puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Apalagi haji adalah di Arafah, sehingga prosesi wukuf merupakan salah satu rukun haji yang tidak bisa ditinggalkan.

“Jangan sampai jamaah dituntut harus 40 waktu shalat di Masjid Nabawi, namun ketika wukuf di Arafah pada saat puncak haji, jamaah justru kelelahan dan sakit,” kata Anis.

Ia mempersilakan jika jamaah calon haji ingin menggelar shalat di Masjid Nabawi. Namun, apabila kondisi tidak memungkinkan karena tidak fit atau kelelahan fisik, dianjurkan untuk shalat di pemondokan saja.

“Silakan shalat di Nabawi, namun jika kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan shalat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri,” kata dia.

Dari sekitar 203.000 peserta calon haji reguler Indonesia, sebanyak 44.432 orang merupakan calon haji lanjut usia (lansia). Hal itu menjadi perhatian bagi pendamping, ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), serta para petugas haji.

Adapun jamaah gelombang I tiba sejak 22 April 2026, menempati Madinah selama kurang lebih sembilan hari. Kemudian, jamaah calon haji gelombang II tiba mulai 7 Mei 2026 melalui Bandara Jeddah, Arab Saudi. Mereka akan melaksanakan ibadah puncak haji berupa wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Milad ke-22 Ambapers, Zulfadli Gazali Sebut Alur Barito Bebas Pasang Surut, Dongkrak Ekonomi Regional dan Stabilitas Inflasi Kalsel

Iklan
Iklan