Antisipasi Penanganan Virus Corona Terkendala di Bartim

Tamiang Layang , KP – Bupati Bartim Ampera AY Mebas mengatakan saat ini Pemkab Bartim terkendala sarana dan prasarana dalam antisipasi dan penanganan corona virus atau Covid-19.

“Apa yang menjadi kendala kita saat ini Salah satunya, kendala sarana dan prasarana medis untuk penanganannya misalnya penanganan di rumah sakit hingga merujuk pasien suspek terpapar covid-19,” kata Ampera.

Menurut Ampera sarana dan prasarana sangat di butuhkan dalam situasi seperti ini medis penanganan covid-19 sangat diperlukan, karena perawat hingga dokter yang menanganinya memiliki resiko tinggi bisa tertular virus contoh dokter asal Tiongkok itu.

“Kita tidak menghendaki itu terjadi di Bartim. Namun, kita harus benar-benar siap jika itu benar terjadi,” tegasnya.

Lebih jelas lagi di ungkapkan Ampera Pemkab Bartim itu, menyediakan dana tidak terduga sebesar Rp 2 miliar yang ada pada struktur APBD tahun anggaran 2020 bisa dipergunakan untuk menunjang biaya bantuan dari Pemprov Kalteng dan Kementerian Kesehatan.

Berita Lainnya
1 dari 484
Loading...

Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penanganan Covid-19, Pemkab Bartim melalui Dinas Kesehatan setempat mengusulkan ke Pemrov Kalteng dan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Untuk barang yang diusulkan diantaranya baju cover all (baju APD), masker N95, masker bedah, sepatu boot, sarung tangan steril dan non steril, sarung tangan panjang dan kacamata google karna kita sangat memerlukan itu.

Ampera berharap warga Bartim bisa menerapkan surat edaran yang dibuatnya terkait kesiapsiagaan penyebaran corona virus disease atau covid-19 di Kabupaten Bartim. Warga dimina menerapkan pola hidup sehat dan bersih, berolah raga dan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

Lanjutnya, warga bisa menjaga jarak, menunda bepergian keluar daerah maupun luar negeri dulu atau mengurangi aktivitas di luar rumah dan tidak lupa mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama 20 detik.

Ampera juga memerintahkan seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah bersama Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya agar berperan aktif memantau penduduk di wilayahnya dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr Simon Biring MPH mengatakan, untuk persedian masker saat ini hanya ada sekitar 500 lembar yang tersimpan pada Kantor Dinkes. Masker yang terbatas tersebut hanya bisa dipergunakan untuk pelayan atau petugas kesehatan saja.

“Untuk kebutuhan medis habis pakai sudah kita usulkan, untuk masker kita usulkan ke Kemenkes sebanyak 10 ribu lembar dan ke Dinkes Kalteng sebanyak 3600 lembar. Usulan disampaikan bersamaan,” kata doktet Simon. (vna/k-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya