APD Banjarmasin Minim, Kebutuhan 100 Set

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin telah memesan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani Virus Corona (Covid-19). APD ini dijadwalkan tiba pada Jumat depan.

Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, untuk sementara APD yang dipesan dari salah satu perusahaan rekomendasi pemerintah pusat itu baru 10 set.

Machli pun mengakui, bahwa jumlah itu kemungkinan masih belum menutupi keperluan untuk penanganan di Banjarmasin. Mengingat, jumlah kasus akibat pandemi ini terus meningkat setiap harinya.

“Keperluan sesuai jumlah pasien. Ya sekitar 100 lah yang harusnya disediakan,’’ ucap Machli yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Rabu (25/3/20).

APD ini disediakan memang untuk tenaga medis. Mereka memang harus diprioritaskan. Mengingat, memiliki resiko tertular paling tinggi. Karena harus berhadapan langsung dengan orang yang terpapar.

“Mereka juga harus melakukan skrining dan tes swap. Kan mereka di lapangan ini yang bekerja. Mengambil cairan dalam mulut orang itu, itu resiko nomor satu,’’ jelasnya.

Lebih lanjut Machli mengatakan, tenaga medis yang mendapat APD ini tak hanya untuk di RSUD Sultan Suriansyah saja, akan tetapi juga bagi petugas yang ada di 26 Puskesmas.

“Untuk tenaga medis di RSUD Sultan Suriansyah dan Puskesmas, kita kan 26 Puskesman, yang di Puskesmas juga harus dilengkapi APD, terutama yang mereka skrining,’’ katanya.

Machli membeberkan, untuk harga satu set APD Rp2,2 juta. Terdiri dari berbagai perlengkapan sesuai dengan SOP penanganan, seperti Hazmat, masker N95, kacamata pengaman, sarung tangan, dan topi proteksi.

Selain itu, APD ini hanya bisa digunakan 3-4 kali. Dan yang sudah dipesan ini baru untuk tenaga medis di rumah sakit. Sedang untuk di Puskesmas agak sedikit lebih murah.

“Di Puskemas tak menggunakan APD yang Rp2,2 juta tadi. Ada baju yang lebih murah untuk di Puskesmas karena hanya melakukan skrining,’’ jelasnya.

Machli juga membeberkan terkait anggaran yang sudah disediakan untuk penanganan wabah Virus Corona ini, Pemko sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,88 miliar.

Anggaran itu akumulasi dari belanja tak terduga senilai Rp580 juta dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Rp1,3 M dari anggaran Dinkes.

“Anggaran itu untuk renovasi gedung RSUD, APD, disinfektan, juga suplemen dan vitamin untuk petugas,’’ katanya.

Bahkan, lanjut Machli, jika anggaran itu masih belum mencukupi, pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp1,3 miliar lagi.

“Kalau ini tak cukup masih ada Rp1,3 M di tahap ke dua. Jadi Rp2,6 M tambah Rp 580 juta, mudah-mudahan dengan anggaran ini bisa mencukupi kebutuhan,’’ pungkasnya. (sah/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...