BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Banjarbaru berlangsung semarak dan sarat makna di Lapangan Murjani, Senin (20/4/2026). Sebanyak 27 burung merpati diterbangkan sebagai simbol usia kota yang terus tumbuh, disertai peluncuran pembagian 15 ribu porsi Soto Banjar untuk masyarakat.
Pelepasan merpati dilakukan bersama oleh Muhidin dan istri Hj. Fathul Jannah, Hasnuryadi Sulaiman dan istri drg. Gigi Elya, Menteri UKM Maman Abdurrahman, dan Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, serta Wali Kota Banjarbaru HjErna Lisa Halaby beserta suami juga Wakil Wali Kota H Watobo beserta istrinya.
Momentum sakral ini selain dihadiri lengkap Forkopinda juga dihadiri Gubernur Kalsel periode 2018–2024, H Sahbirin Noor, yang turut menyaksikan rangkaian acara dari pagi hingga siang hari.
Seremoni diawali dengan Tari Kolosal yang menyambut para tamu kehormatan. Para undangan disuguhi kipas daun dan bunga sebagai simbol kesuburan tanah Banjarbaru serta keramahan masyarakatnya. Nuansa budaya Banjar terasa kental, berpadu dengan semangat kebersamaan warga yang memadati lapangan.
Selain seremoni simbolik, Pemko Banjarbaru juga menandai peringatan tahun ini dengan penandatanganan penguatan ketahanan pangan daerah. Langkah ini menegaskan arah pembangunan kota yang tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi juga pada fondasi kebutuhan dasar masyarakat.
Peluncuran 15 ribu Soto Banjar menjadi magnet tersendiri. Warga berbondong-bondong menikmati kuliner khas daerah yang dibagikan gratis sebagai wujud syukur dan kebersamaan di hari jadi kota. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, menambah kemeriahan suasana perayaan.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi ke-27 ini dirancang tidak sekadar meriah, tetapi juga bermakna. Simbol 27 merpati, budaya lokal, penguatan pangan, dan kebersamaan melalui kuliner khas menjadi representasi perjalanan Banjarbaru sebagai kota yang tumbuh dengan identitas kuat.
Perayaan Harjad ke-27 ini pun menjadi panggung kebersamaan antara pemerintah, tokoh daerah, dan masyarakat, menegaskan Banjarbaru sebagai kota yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar budayanya.(nau/KPO-1)















