Bantu Tangani Virus Corona, PDAM Bandarmasih Distribusikan Cairan Disinfektan 30 Kubik Per Hari

425

Banjarmasin, KP – Penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) yang terjadi saat ini menjadi perhatian segala pihak. Upaya pencegahan terus dilakukan, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan. Tak terkecuali di Banjarmasin.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sejak beberapa hari lalu juga sudah melakukannya. Penyemprotan dilakukan di setiap sudut kota, ruang publik, kantor, tempat ibadah, pasar, bahkan jalan raya, dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin juga ambil bagian dalam upaya pencegahan ini. Bahkan, perusahaan plat merah ini berkontribusi dengan membantu Gusus Tugas Penanganan dan Pencegahan Virus Corona Banjarmasin dengan menyumbangkan disinfektan.

Jumlahnya pun tak tanggung-tinggung, PDAM bakal mendistribusikan cairan disinfektan itu kepada Gugus Tugas sebanyak 30 kubik per hari.

“Dalam rangka menghadapi dan memutus mata rantai dari peredaran virus ini maka PDAM menyeluruh sebanyak 30 meter kubik disinfektan,” ucap Seksi Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wahid, Jumat (27/03/2020).

Wahid mengatakan, distribusi cairan disinfektan ini akan mulai dilakukan terhitung sejak Senin depan pukul 09.00 WITA. Bagi Gugus Tugas ataupun masyarakat dipersilakan melakukan pengambilan di depan Kantor Dinas Kesehatan Dinkes Banjarmasin Jalan Pramuka KM 6.

“Yang perlu dicatat, permintaan bukan kepada kami, tapi Dinkes,” jelas Wahid.

Selain itu ia menjelaskan, pengambilan cairan disinfektan tersebut bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama bagi masyarakat yang memerlukan bisa mengambilnya dengan membawa jerigen.

“Pengambil am ada dua cara dengan jerigen, kami minta untuk tak diambil secara peribadi tapi perwakilan RT. Untuk disemprotkan di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Dan cara pengambilan yang kedua dengan menggunakan mobil tangki yang tentunya sudah berkoordinasi dengan Dikes. “Mobil tangki dari gugus tugas misalnya, kita persilakan juga tapi tetap berkoordinasi dengan Dinkes,” ujarnya.

Wahid juga menanggapi terkait banyaknya permintaan masyarakat, ia pun mengatakan bahwa tak mungkin bisa mengelontorkan semua kuota yang dimiliki PDAM. Pasalnya, jika itu dilakukan maka akan berimbas terhadap proses produksi dan kualitas air.

“Mengapa nggak dikeluarkan semuanya karena tugas PDAM yang utama membuat air bersih, sebab jika di distribusikan semua akan berdampak terhadap dengan kualitas air nantinya,” tukasnya. (sah/KPO-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya