Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Malaysia Tawarkan Beasiswa MIS dan MTCP, Banjarmasin Jadi Pintu Informasi Studi Terjangkau bagi Pelajar Kalsel

×

Malaysia Tawarkan Beasiswa MIS dan MTCP, Banjarmasin Jadi Pintu Informasi Studi Terjangkau bagi Pelajar Kalsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260501 WA0018 1

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Peluang melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri kian terbuka bagi pelajar Kalimantan Selatan. Melalui seminar dan pameran pendidikan “Ayo Kuliah di Malaysia 2026” di Rattan Inn Hotel, Jumat (1/5), perwakilan resmi Pemerintah Malaysia memaparkan jalur studi yang dinilai terjangkau, legal, dan terarah, termasuk dua beasiswa internasional: Malaysia International Scholarship (MIS) dan Malaysia Technical Cooperation Programme (MTCP).

Kegiatan menghadirkan Education Malaysia Global Services (EMGS) yang diwakili Head Southeast Asia & Oceania, Megat Mohd Samsul, serta Penasihat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Puan Shafieza binti Md Fadzil. Turut hadir Ketua MGBK Kota Banjarmasin, Emmy Norhayani.

Kalimantan Post

Puan Shafieza menegaskan, Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi membuka akses luas bagi pelajar Indonesia, terutama pada jenjang pascasarjana melalui MIS dan MTCP yang dibuka setahun sekali. Di luar itu, banyak kampus menyediakan keringanan biaya berbasis merit untuk S1 hingga S3.

“Biaya hidup di Malaysia tidak tinggi. Mahasiswa Indonesia tidak perlu risau karena masih sangat terjangkau,” ujarnya.

Ia memaparkan, kebutuhan makan harian mahasiswa berkisar 10–25 ringgit. Hunian tersedia dalam bentuk asrama kampus maupun rumah sewa di sekitar universitas. Sementara uang kuliah rata-rata 1.000–3.000 ringgit per semester (sekitar Rp10–Rp20 juta), dan program kedokteran 3.000–5.000 ringgit.

Beragam program studi ditawarkan, dari pendidikan, akuntansi, perbankan Islam, hingga bidang teknikal yang kini menjadi fokus Malaysia seperti AI, robotika, dan teknologi terapan.

Seminar menyasar siswa SMA/SMK, guru bimbingan konseling, orang tua, dan masyarakat umum. Peserta dianjurkan membawa nilai rapor untuk konsultasi langsung dengan perwakilan kampus terkait entry requirement, estimasi biaya, hingga alur pengurusan dokumen studi dan visa pelajar melalui EMGS.

Baca Juga :  Jamaah Haji Lansia tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain di Nabawi

Ketua MGBK Banjarmasin, Emmy Norhayani, menilai forum ini penting agar informasi studi luar negeri yang diterima siswa akurat dan resmi.

“Kegiatan seperti ini membantu guru BK memberi arahan studi lanjut tanpa melalui perantara yang tidak jelas,” katanya.

Selain beasiswa penuh MIS dan MTCP, sejumlah universitas swasta di Malaysia juga menawarkan potongan biaya 50–80 persen berbasis prestasi akademik.

{{Sosialisasi Nasional}}

Sebelum Banjarmasin, sosialisasi telah digelar di Pontianak, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Makassar, Manado, dan akan berlanjut ke Padang. Program ini menjadi pelaksanaan perdana setelah terakhir digelar pada 2020.

Pihak penyelenggara, PT Nizwa Pratama sebagai perwakilan resmi EMGS di Indonesia, menyebut Malaysia menjadi salah satu destinasi favorit pelajar Indonesia karena kedekatan geografis, kesamaan budaya, biaya terjangkau, dan kualitas universitas yang diakui internasional.

Salah satu peserta, Fathiah Jiahani, siswi SMAN 1 Marabahan, mengaku tertarik melanjutkan studi ke Malaysia.

“Biaya hidupnya lebih murah, ada asrama yang terjangkau, dan saya ingin mencoba jurusan yang berbeda,” ujarnya.

Education Malaysia Global Services (EMGS) yang diwakili Head Southeast Asia dan Oceania, Megat Mohd Samsul,
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap Pelajar Kalsel memahami jalur resmi studi ke Malaysia sejak dini, Guru BK dan orang tua memiliki rujukan informasi yang valid, Minat studi luar negeri tumbuh dengan perencanaan biaya yang realistis.

Kemudian Lebih banyak pelajar mengakses beasiswa MIS/MTCP dan skema keringanan merit, Proses keberangkatan mahasiswa berlangsung aman, legal, dan terarah melalui EMGS.

Dengan pendekatan informatif dan konsultatif, “Ayo Kuliah di Malaysia 2026” menempatkan Banjarmasin sebagai simpul informasi bagi pelajar Kalsel yang ingin menatap pendidikan tinggi berwawasan global tanpa terbebani biaya tinggi.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan