Hadapi Covid 19 Bulog Jamin Ketersedian Sembako

Bila masyarakat melakukan aksi borong dan fanik buying maka dampaknya akan memicu terjadi inflasi dan pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan pihak distributor sembako

BANJARMASIN, KP – Kepala Bulog Divre Kalsel, Arif Mandu kepada wartawan menjelaskan, mengantifasi kondisi stok sembako dijamin aman ketersediannya sehingga warga banua jangan panik hadapi Covid 19 yang lagi mewabah di Indonesia hingga 172 kasus dan banua.

“ Saya imbau warga banua jangan melakukan aksi borong sembako karena pihaknya menjamin amannya keperluan sembako hingga saat ini tercukupi dan kondusif,” jelas Arif kepada wartawan dikantornya Kamis (19/03/2020)

Karena bila masyarakat melakukan aksi borong dan fanik buying maka dampaknya akan memicu terjadi inflasi dan pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan pihak distributor sembako.

Dijelaskan, untuk kondisi stok beras tersebar digudang-gudang Dolog dibanua ini tersedia ada sekitar 16 ribu tonan dan ini cukup hingga lima bulan kedepannya.

Stok beras kita ada beberapa macam beras Thailand, Vietnam, jenis Chiherang dan jemis Pandak cukup banyak peminatnya, sebutnya.

“Kita siapkan ada beberapa jenis beras impor dan banyak juga tersedia jenis beras lokalan untuk Chiherang kateristiknya mirif dengan beras Jawa seperti pulen,” tambahnya.

Pihaknya juga terus berkordinasi dengan pihak instansi terkait lainnya atau para distributor besar untuk mengamankan pasokan jelang bulan Ramadhan nanti, bahkan pihaknya siap melakukan operasi pasar murah untuk masyarakat jika harga beras mulai bergerak naik karena pengalaman tahun lalu harga sembako bergerak naik.

Bahkan hingga saat ini pihaknya selalu berkordinasi dengan Dinas Perdangan Kalsel atau dinas terkait lainnya juga distributor sembako untuk menggelar pasar murah yang selalu digelar setiap tahun dibebepa titik kegiatan.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Selain dengan Dinas Perdagangan pihaknya juga selalu berkordinasi dengan pihak Dolog Pusat agar sembako disuplay tepat waktu agar bisa memenuhi kebutuhan warga jelang bulan Ramadhan tahun 2020 ini.

Lebih lanjut Arif mengungkapkan, untuk sembako stok kita masih aman selain beras juga tersedia minyak goreng sebanyak 10,700 ilter, terigu tersedia 17 tone dan masih dalam perjalanan Jawa Tengah dan daging beku segar tersedia 13,8 tone atau sebanyak 13,800 tone dengan harga Rp80 ribu perkilo sedangkan kondisi gula masih kosong.

H Fazri salah satu pedagang beras Pasar Lama menyebutkan, pasokan yang berlimpah disejumlah sentra penghasil berdampak pada harga beras lokal disejumlah pasar tradisional yang mulai mengalami kestabilan harga baik jenis seperti jenis unus, usang hingga mutiara yang paling banyak dicari.

Permintaan beras lokal meningkat tajam bulan-bulan ini menurut penuturan beberapa pedagang beras sejumlah pasar tradisional Banjarmasin karena hingga saat ini harganya mulai turun,” jelas H Fazri kepada wartawan.

Penjualan beras lokal seperti jenis Usang dan Unus Mutiara dan Siam paling dicari warga banua seperti unus Rp9000 dulunya Rp10.000 perliternya, mayang Rp10.000 sebelumnya Rp12.000 serta mutiara Rp11.000 dari Rp12.000 per liternya.

Bertahan dan turunnya harga beras lokal hingga saat ini karena didukung oleh pasokan yang cukup berlimpah dari sentra penghasil seperti Kabupaten Banjar, Batola Anjir dan Alu-Aluh baik itu beras jenis Pandak asal Barabai, Unus asal Gambut dan Siam, Unus Mayang hingga beras Ganal yang harganya paling terjangkau saat ini.

“Kami berharap sebagai pedagang harga beras bertahan normal hingga jelang Ramadhan nanti karena pedagang akan diuntungkan bila harga beras stabil penjualan akan meningkat seperti bulan keagamaan sekarang ini,” jelasnya.

Bahkan dalam sehari bisa menjual 2 hingga 3 karung sangat mudah dengan harga beras lokal stabil seperti ini karena didukung pasokan yang cukup,” tambah Rozali penjual beras Muara kelayan lainnya.

Biasanya pembeli yang datang ketempat kami ini mengambil dengan karungan atau puluhan liter karena ditempat kami semua jenis beras lokal lengkap tersedia dari beras Ganal, Siam Pandak hingga Unus Mutiara tinggal pilih dari warga saja, bahkan membeli dalam jumlah besar hingga 1 mobil pikup tetap tersedia berasnya.

Pasokan beras yang kami dapat dari Aluh-Aluh dan Anjir Batola sehingga berapapun yang kami minta selalu diantar baik menggunakan mobil truk atau naik angkutan sungai jukung tiung karena tahun ini hampir tidak ada yang gagal panen, jelas kakek 1 cucu ini. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya