Hero targetkan medali emas Di ajang Peparnas XVI Papua

Menjadikan even Peparnas XVI 2020 di Papua sebagai ajang terakhirnya, Hero Paryono targekan merebut medali emas untuk banua.

Banjarmasin, KP – Atlet angkat berat NPC (Mational Paralympic Committee) Kalimantan Selatan, Hero Paryono targetkan medali emas pada ajang Peparnas XVI tahun 2020 di Papua.

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2020 Papua kemungkinan besar bakal jadi ajang terakhir bagi atlet angkat berat National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel Hero Pariyono.

Oleh sebab itu, paralimpian yang bakal bertanding di kelas 97 kilogram itu menargetkan akan mempersembahkan emas bagi kontingen Kalsel.

“Tidak ada target lain selain harus medali emas,” kata Hero kepada wartawan Selasa (3/3/2020) kemarin.

Hero pun berharap perhatian lebih baik pemerintah provinsi maupun NPC Kalsel terhadap para atlet yang ingin bertanding diajang empat tahunan itu agar memotivasi mereka dalam bertanding.

“Saya ingin pemerintah memperhatikan latihan para atket yang akan berlaga,” kata dia.

Hero menambahkan Peparnas Papua menjadi yang terakhir karena faktor usia yang sudah tidak mendukung lagi.

Berita Lainnya
1 dari 378

“Untuk Peparnas ini mungkin yang terakhir namun jika ada event nasional dan internasional lainnya, saya akan berusaha tetap tampil dalam beberapa tahun ke depan,” tambah dia.

Hero ingin selepas pensiun dari paralimpian dia ingin membina atlet angkat berat Banua khususnya para difabel.

“keinginan saya ingin jadi pelatih juga di angkat berat,” tambah ASN di Dispora Kalsel ini.

Sebenarnya NPC Kalsel membutuhkan beberapa paralimpian tambahan sebagai tandem Hero di kelas pertandingan lainnya pada Peparpenas XVI 2020 Papua.

Sayangnya, pada kegiatan seleksi paralimpian angkat berat yang diadakan oleh NPC Kalsel di Banjarbaru, 20-21 Juni tadi, belum ada satupun yang mampu mencapai limit nasional sebagai syarat tampil di Peparnas XV 2020 Papua.

Oleh sebab itulah ini bakal menjadi tugas Hero Paryono dan NPC untuk mencari bibit-bibit atlet paralimpik berbakat yang akan menjadi penerusnya di masa yang akan datang.

Pria asal Kota Banjarmasin ini sudah berulang kali mendapatkan medali emas pada event Asean Para Games, yakni di Vietnam, Filipina, dan Thailand, sedangkan pada Malaysia Open 2007 dia mendapat medali perak.

Ditingkat nasional pria yang difabel dibagian kakinya ini beberapakali memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. (rel/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya