Objek Wisata ‘Pasuha’ di Bartim Bisa Seperti Tanjung Puting

Tamiang Layang ,KP – Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas merencanakan pengembangan objek wisata Patai Suku Hawa atau Pasuha di Desa Pulau Patai Kecamatan Dusun Timur bisa seperti Taman Nasional Tanjung Puting di Kotawaringin Barat.

“Saya sudah meminta instansi teknis untuk berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam terkait orang utan,” kata Ampera AY Mebas ,Minggu ( 1/3 )

Menurut Ampera saat ini yang dihibahkan Pemerintah Desa Pulau Patai berkisar 40 hektare. Luasan ini diharapkan bisa lebih besar lagi sehingga penangganannya bisa menjadi kawasan konservasi.

Salah satu anak perusahaan tambang terbesar di Kalsel berencana ikut membantu dan mendukung pengembangan Pasuha. Ampera sendiri berharap jika ada perluasan Sungai Patai dan pembangunan kanal yang mengitari wilayah konservasinya.

“Sehingga bisa dijadikan wisata susur sungai untuk mengelilingi objek konservasi dan melihat wisata alami dan kehidupan orang utan,” kata Ampera.

Berita Lainnya
1 dari 484
Loading...

Langkah yang akan diambil dalam pengelolaan wisata objek konservasi tersebut memerlukan kajian-kajian hukum dan teknis misalnya bagaimana orang utan bisa berada atau masuk di wilayah konservasi atau berada di Pulau Patai, serta pengelolaan teknis lingkungan agar tersedianya makanan untuk orang utan tersebut.

Karna saat ini Pasuha mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal karena kealamiannya. Mulai dari muda mudi yang suka berburu wisata mungunjungi Pasuha untuk mandi hingga susur sungai menggunakan perahu dayung.

Di Pulau Patai, juga terdapat populasi kerbau rawa yang bisa dilihat ketika menyusuri Sungai Patai. Dinas Pertanian Bartim menilai, Pulau Patai memiliki potensi dalam pengembangan kerbau rawa karena kondisi alam dan ketersediaan pakan kerbau rawa itu sendiri.

Belum lama tadi Festival Nariuk juga digelar di Desa Pulau Patai yang bisa ditempuh jalur darat lebih kurang 20 menit dari Tamiang Layang. Festival Nariuk merupakan festival berburu menombak ikan sebagai pelestarian budaya Dayak yang dapat terjaga dan bisa ditularkan pada generasi selanjutnya.

“Kalau ada lokasi wisata seperti di Tanjung Puting, maka warga Bartim maupun tetangga dari Kalsel atau lainnya bisa berkunjung ke Desa Pulau Patai,” Jelas Ampera. (vna/K-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya