Geman Yusuf,SH,MH PON XX Papua jangan dipaksakan

Dalam kondisi pandemic virus korona yang belum biasa diatasi, PON XX Papua disarankan untuk dibatalkan akan ditunda

Banjarmasin, KP – Pelopor olahraga dansport Kalimantan Selatan, Geman Yusuf,SH,MH menyarankan, sebaiknya penyelenggaraan PON (Pekan Olahraga Nasional) XX bulan Oktober 2020 di Papua jangan dipaksakan. Karena dipastikan hasilnya tidak akan maksimal dari yang diharapkan.

Menurut Geman Yusuf, advokad yang juga karateka DAN IV, dalam situasi pandemi virus korona (covid-19) yang kini masih belum bisa diatasi secara tuntas. Membuat persiapan para atlet di seluruh Indonesia, yang dipersiapkan menghadapi PON XX Papua menjadi tidak maksimal.

‘’Para atlet harus latihan mandiri di rumah masing-masing, tentu saja akan sulit mengharapkan mereka bisa mencapai performa terbaiknya, karena berbagai keterbatasan jika dibandingkan latihan ditempat yang standar,’’ cetus Geman.

Meskipun Gubernur Paman Birin memberikan dukungan luar biasa terhadap perkembangan olahraga, dan mensupport semua cabor yang akan berlaga di PON XX, dengan mengapresiasi keinginan cabor yang menginginkan latihan keluar negeri atau mendatangkan pelatih dari luar. Namun karena kondisi dunia yang tidak menentu seperti saat ini, maka niat baik orang nomor satu di Kalsel tersebut untuk mendukung peningkatan prestasi atlet banua menjadi tidak maksimal, kata Geman.

Sementara beberapa cabor unggulan yang selalu mempersembahkan medali emas, yakni Gulat yang memprogramkan latihan ke Bulgaria, juga dibatalkan, karena semua Negara Eropa membelakukan system ‘lockdown’ untuk mengantisifasi mata rantai covid-19.

Sedangkan cabor menembak yang merencanakan untuk mendatangkan pelatih asal Ukraina, juga harus mengurungkannya, karena kedua pelatih dunia dari Ukraina tersebut terkendala aturan tidak boleh keluar dari negaranya .

Dengan kondisi di Indonesia yang sedemikian memprihtinkan ditengah pandemic virus korona, maka sepantasnya agar ajang multievent PON XX Papua dibatalkan atau ditunda, pungkas Geman Yusuf yang juga pengusaha restoran Sari Patin Kayu Tangi.

-Mengganggu arus anggaran

Andai PON Papua diundur tentu akan banyak waktu persiapan untuk atlet, akan tetapi jelas menambah anggaran dan mengganggu arus anggaran karena butuh banyak effort berupa perubahan anggaran,.

“Pergeseran hingga penyiapan anggaran di akhir 2020 atau di tahun 2021,” kata Ke4pala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel, H Hermansyah kepada media, melalui Kabid Peningkatan Prestasi Dispora, H Fitri Hernadi, di Banjarmasin, Senin (6/4/2020) kemarin.

Berita Lainnya
1 dari 226
Loading...

Hal ini tidak hanya berdampak di Kalsel tetapi semua provinsi akan terpengaruh dan harus mengubah strategi untuk antisipasi pergeseran jadwal.

“Disini strategi latihan dan persiapan menjadi krusial, kesalahan antisipasi akan berdampak fatal pada kondisi dan performance atlet yang akan bertanding,” paparnya.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tinggal enam bulan lagi. Pada Oktober mendatang menjadi salah satu perhelatan olahraga empat tahunan yang paling dinantikan. Persiapan seperti venue pun telah menuju rampung. Masing-masing pelatda pun telah gigih berlatih pada ajang yang mempertandingkan 37 cabang olahraga ini.

Tapi perkembangan situasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia membuat banyak pihak meminta agar ajang pesta olahraga terakbar tanah air itu untuk ditunda.

Lalu bagaimana dengan kontingen Kalimantan Selatan, diwakili Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel M Fitrihernadi mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan pengurus besar (PB) PON.

“Namun untuk saat ini belum ada keputusan resmi masih on schedule sama seperti sebelumnya,” kata Fitri.

Fitri menambahkan sejauh ini Pemerintah pusat dan Papua belum membahas PON kemungkinan ditunda untuk akhir 2020 atau ke 2021 karena masih darurat Covid-19.

Jika melihat hasil Rapat Tingkat Menteri yang membahas karantina wilayah, memang segala persiapan hingga pelaksanaan PON akan terdampak serius.

“Kenapa? Karena jadwal latihan atlet, tryout, training camp dan lain-lain akan bergeser, sehingga apabila tetap keukeuh melaksanakan sesuai jadwal ada kemungkinan hasil tiap cabor tidak akan optimal,” ujar dia.

Terlebih kata Fitri Jakarta himbauan dari pemerintah agar masyarakat untuk tetap berada di rumah maka pihaknya menghimbau kepada atlet untuk melakukan latihan di rumah saja.

“Latihan dirumah tentu tidak efektif latihan yang biasa kita lakukan untuk menghadapi persiapan kejuaraan,” tandasnya. (nfr/k-9)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya